Komdis Pastikan Bobotoh Kena Sanksi Karena Koreo 'Save Rohingya'

Komdis Pastikan Bobotoh Kena Sanksi Karena Koreo 'Save Rohingya'

Senin, 11 September 2017 | 20:12 WIB
SANKSI kembali akan didapatkan Bobotoh. Kali ini bukan aksi flare atau pelemparan botol , tapi karena aksi kemanusiaan koreografi bertuliskan 'Save Rohingya' pada laga Persib kontra Semen Padang, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9) lalu.

Sanksi itu dipastikan salah satu anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pusat, Dwi Irianto. Sekalipun ia belum belum mendapat perintah resmi menggelar sidang terkait aksi bobotoh tersebut. 

Menurutnya, agenda sidang pekan 23 Go-Jek Liga 1 2017, kemungkinan Selasa (12/9) ini mulai turun dari Komdis PSSI pusat.

"Soal itu (aksi koreo Save Rohingya), pasti kena. Agenda sidangnya paling lambat masuk Selasa," kata Dwi, dikutip Inilahkoran, Senin (11/9) sore.

Aksi kreatif itu akan berujung sanksi karena sebagaimana menurut otoritas sepakbola dunia, pesan atau simbol politik sebaik apapun, dilarang masuk ke dalam lapangan. Jika yang baik saja dilarang, apalagi yang bermuatan politik.

BACA JUGA: Ketua PSSI Angkat Bicara Soal Koreo Save Rohingya


Sebagai perbandingan, kasus sanksi denda Rp30 juta kepada Persija Jakarta karena suporternya membentangkan spanduk yang dianggap bernada SARA yang bertuliskan ‘Jangan Ganggu Ulama Kami Menyampaikan Kebenaran’. Hal itu mengacu pada aturan kompetisi Liga 1 2017 yang mengadopsi Law of The Game FIFA.

Dwi menjelaskan, adanya sanksi terhadap pesan atau simbol di luar sepak bola bukan berarti Komdis PSSI berhati batu, justru dia juga mengapresiasi masyarakat Indonesia yang memiliki empati luar biasa. Hanya saja, menurutnya, persoalan etika dalam sepak bola harus tetap ditegakan.

‎"Kita lebih ke etika. Ini kan sepak bola, masuk ke stadion itu semua sama. Sepak bola itu majemuk, mau gubernur sampai tukang becak kalau masuk ke situ dukung Persib ya pasti bobotoh," ujarnya.

Menurutnya, Komdis menjatuhkan sanksi dengan harapan bobotoh bisa lebih cermat lagi dalam memberikan dukungan fokus pada nilai etika sepak bola. Dengan harapan, sambung dia, timbul efek jera untuk tidak lagi mengulang kesalahan serupa.

"Kalau bentuk sanksi itu banyak hal. Komdis sekarang berbicara etika, kami ingin pihak yang diberikan sanksi itu merasakan kesalahan. Ini bukan suatu hukuman memberatkan yang diberi sanksi, tapi ini ada kesadaran etika," tuntasnya.



REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 23 September 2017 | 19:21 WIB

    Simon McMenemy Ingin Bikin Geger Seantero Indonesia

  • Sabtu, 23 September 2017 | 19:03 WIB

    Ezechiel Absen, Simon: Itu Bonus untuk Kami

  • Sabtu, 23 September 2017 | 18:46 WIB

    Persib Konfirmasi 2 Pemain Ini Absen Lawan BFC

  • Sabtu, 23 September 2017 | 02:15 WIB

    Variasi Serangan Persib Harus Ngeri dan Mematikan

  • Sabtu, 23 September 2017 | 01:20 WIB

    Emral Nikmati Padatnya Jadwal Go-Jek Liga 1

  • Sabtu, 23 September 2017 | 00:09 WIB

    Backfour Persib Harus Fokus Pada Tugasnya


Iklan Footer