Momok Persib Dari Wamena, Kikuknya Post Bek Gawir Kiri

Momok Persib Dari Wamena, Kikuknya Post Bek Gawir Kiri

Minggu, 10 September 2017 | 19:39 WIB

Bentrokan antara Persib dan Semen Padang kemarin, Sabtu (9/9/17), di Stadion Si Jalak Harupat, Kab. Bandung, dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pekan ke-23 berakhir imbang, kedua tim sama kuat dan harus rela berbagi poin dengan skor bekesudahan 2-2. Namun ada hal yang bisa dibanggakan oleh seorang Vendry Mofu dan sinyal warning bagi Persib jika bertemu dengan midfielder asal Wamena ini.

Kenapa tidak, Mofu menjadi pemain Semen Padang yang gemar menjebol gawang Persib, tercatat dari musim 2011, pemain 28 tahun ini pertama kali menjebol gawang Persib yang kala itu dijaga oleh Markus Haris Maulana, yang menggagalkan Maung Bandung mencuri poin penuh di Stadion H Agus Salim, Padang. Leading selama 93 menit, gol Persib dicetak oleh debutan baru, Shohei Matsunaga. Ketika Persib menjuarai Indonesia Super League 2014, Mofu dua kali merobek gawang I Made Wirawan, sama halnya seperti Riko Simanjuntak, di musim yang sama, pemain asal Pematangsiantar ini dua kali mencetak gol ke gawang Persib. Esteban Viscara ketika membela tim yang berjuluk Kabau Sirah ini tercatat mengoleksi tiga gol ke gawang Persib. 



Di pertandingan kemarin, Nil Maizar main dengan garis pertahanan rendah, dua bek sayap SPFC cenderung menjadi limited back membantu Cassio dan Hengky Ardilles, bisa dibilang SPFC bermain dengan flat 4 centerback, karena yang bergerak dinamis menjadi sliders naik turun di sayap adalah Irsyad Maulana dan Riko Juntak, Nil pun hanya berharap dari serangan balik, itu yang membuat frustasi Persib di babak pertama kemarin. Formasi fluid 4-2-3-1 ke 4-2-4 Herrie 'Jose' Setyawan sempat rivuh dengan pertahanan berlipat SPFC karena Rudi dan Elfis Harewan pada akhirnya turun membantu serangan, menyisakan Tambun Naibaho didepan. Kecepatan yang dikhawatirkan Emral Abus pun terjadi, skema counter attack Nil bisa diaplikasikan dengan baik oleh Riko Juntak yang terus mengekspoitasi daerah TonCip dengan kecepatan yang dimilikinya. Loftpass ke kotak pinalty mampu diselesaikan dengan baik oleh Mofu yang dilaga kemarin dibebas perankan oleh Nil, Mofu bergerak dengan pintar melewati lorong sempit diantara Vlado dan Jupe, dan space kosong yang ditinggalkan Hariono disana. Hole player pisan!.



Grafik diatas adalah serangan dari Semen Padang di babak kedua, dimana lahirnya gol kedua Vendry Mofu berasal dari assist Riko Juntak, di sisi kiri pertahanan Persib. Umpan panjang dari Irsyad Maulana bisa benar-benar dimanfaatkan pemain bernomor punggung 20 ini, dengan mudah Mofu menjebol gawang M Natsir. Kepintaran Nil Maizar adalah soal konsistensi, dimana dengan 'keyeng' terus membuat Tony Sucipto berkeringat sepanjang 90 menit. Disamping ada gap yang jauh antara Tony, Jupe dan Vlado yang sering meninggalkan postnya untuk membantu serangan, ini pun diamini oleh Emral Abus. "Harusnya krossing seperti itu, switch play seperti itu sudah bisa diantisipasi. Apalagi sasarannya kepada Riko, Itu kepintaran Irsyad merubah arah, kemudian jarak Tony dan pelapisnya jauh," argumennya.

Selepas laga Nil berujar jika kunci suksesnya adalah bagaimana taktik yang diramunya berjalan di lapangan, "Modern football itu soal switch play namanya, bagaimana peran gelandang bisa merubah arah bola, transisi dari kiri ke kanan dan sebaliknya, itu yang membuat lawan sulit mengantisipasinya," beber Nil.

Nil berasumsi jika melawan tim sebesar Persib para pemainnya harus sabar, konsentrasi penuh, dan harus memanfaatkan kelengahan. "Counter attack berjalan mulus, bermain lawan Persib itu harus sabar, kita tahan mereka di area kami, deep midfield namanya, lalu kita melakukan serangan balik, alhamdulillah berhasi di pertandingan ini," tutup Nil mengakhiri sesi konferensi persib kemarin, Sabtu (9/9/17).

Dengan tambahan dua golnya ini, dari dua assist Riko Juntak,  Vendry Mofu melengkapi kelima golnya sebagai pemain Semen Padang yang gemar sekali menjebol gawang Persib.

Tapi sekuat-kuatnya pertahanan, jika terus dibombardir dari segala arah, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan. Ezechiel N'douassel penyelamat muka Bobotoh dan menjaga Si Jalak Harupat tetap perawan, terhindar dari kekalahan di kandang. Nuhun Eze!

MUNGKI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 September 2017 | 10:50 WIB

    Fluktuasi Pemain dan Ball Possesion Ala Emral Abus

  • Minggu, 10 September 2017 | 19:39 WIB

    Momok Persib Dari Wamena, Kikuknya Post Bek Gawir Kiri

  • Selasa, 29 Agustus 2017 | 03:51 WIB

    Catatan Rekor Atep di Mandala Tahun Ini

  • Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:08 WIB

    Lini Belakang Persib Dituntut Lebih Rapat dan Sigap

  • Kamis, 20 Juli 2017 | 21:16 WIB

    Analisis Jose: Persija Punya Leader di Semua Lini


Iklan Footer