Setelah Dievaluasi, PSSI Hapus Regulasi Pemain U-23 di Go-Jek Liga 1

Setelah Dievaluasi, PSSI Hapus Regulasi Pemain U-23 di Go-Jek Liga 1

Kamis, 31 Agustus 2017 | 12:05 WIB

PSSI kembali mengambil keputusan yang cukup berpotensi memunculkan pro dan kontra. Otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu menghapus regulasi pemain U-23 di kompetisi Go-Jek Liga 1 musim 2017.

Regulasi yang mewajibkan kontestan Liga 1 memainkan tiga pemain U-23 minimal selama 45 menit dalam setiap pertandingan itu akhirnya hanya seumur 'jagung' setelah PSSI mencabutnya dalam rapat anggota executive committee (exco) di kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/8/2017) malam.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan, dari hasil rapat itu, semua anggota Exco PSSI sepakat melakukan penangguhan regulasi tersebut. "Keputusan ini ada karena kami mendengar masukan dari klub peserta saat evaluasi paruh musim kompetisi beberapa pekan lalu," kata Ratu Tisha, dilansir Jawapos.com. "Kami segera mengirimkan putusan ini ke liga dan klub," lanjutnya.

Menurut dia, saran dari klub tersebut kemudian mereka kaji dan diskusikan dengan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. "Ketua umum juga sepakat. Tapi, untuk mengubah sebuah regulasi kompetisi harus lewat rapat exco. Makanya, kami sudah rapat dan hasilnya kewajiban memainkan pemain U-23 ditangguhkan hingga akhir musim," papar Ratu Tisha.

BACA JUGA: Wewww.., Kebiasaan Ezechiel Ini Patut Diacungi Jempol

Meski ditangguhkan, PSSI yakin peluang pemain muda tampil di kompetisi level teratas Tanah Air tidak berkurang. Pertimbangannya, banyak pemain U-23 yang punya kualitas bagus dan mampu bersaing dengan para seniornya.

"Kami yakin para pelatih akan memilih pemain mana yang bagus untuk menjadi starter. Jadi, kalau pemain-pemain muda itu memiliki kualitas bagus, maka sudah tentu mereka akan diberikan kesempatan untuk bermain," ujar Tisha.

Penghapusan regulasi memainkan pemain U-23 tersebut mendapat sambutan hangat dari beberapa pemain timnas U-22 yang baru membela Indonesia di SEA Games 2017. Hansamu Yama, misalnya, mengatakan, pasti ada dampak positif dari kebijakan PSSI itu.

"Biar pemain muda bisa bersaing secara fair, bukan main karena untuk memenuhi regulasi saja," tutur kapten Garuda Muda, julukan timnas U-22, tersebut.

Di sisi lain, Chief Operating Officer PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan, pihaknya belum menerima salinan keputusan dari federasi. "Tapi, pada prinsipnya begini, silakan saja kalau mau dihapuskan atau dilanjutkan. Tetapi, waktunya jangan mendadak karena kami juga perlu informasikan dan sosialisasikan kepada klub-klub," katanya.

Regulasi kewajiban memakai pemain U-23 bagi kontestan Liga 1 memang sempat menjadi polemik pada awal musim. Tapi, PSSI ngotot memberlakukannya. Kemudian, ketika kompetisi berjalan, regulasi itu ditangguhkan sejak 3 Juli sampai 31 Agustus 2017 dengan alasan banyak pemain yang dipanggil ke timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2017.

NAZZAL RAMADHAN / VPC / RED2

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 September 2017 | 19:25 WIB

    Widodo Ungkap Strategi Bisa Tahan Imbang Persib

  • Selasa, 19 September 2017 | 13:57 WIB

    Usai Hadapi PSIS, Djanur Baru Diikat Kontrak PSMS

  • Senin, 18 September 2017 | 21:31 WIB

    Melalui Ratu Tisha, PSSI Tegaskan Tak Akan Revisi Sanksi

  • Senin, 18 September 2017 | 17:22 WIB

    PSSI Ngaku Peduli Rohingya, Tapi Kekeuh Hukum Persib

  • Minggu, 17 September 2017 | 08:42 WIB

    DPR: PSSI Cederai Nilai Pancasila


Iklan Footer