Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB
MENURUT kamus bahasa sunda, kata bobotoh berarti pendukung, memberi dorongan dan semangat. Jadi kata bobotoh bukan mengacu pada nama sebuah organisasi atau perkumpulan tetapi sebutan untuk orang-orang yang mendukung sesuatu, bukan hanya mendukung sebuah klub sepak bola akan tetapi untuk hal-hal lain diluar dunia si kulit bundar. 

Contoh: bobotoh calon kadesa bah Wiranta, artinya pendukung calon kades abah Wiranta. Namun seiring berjalannya waktu kata bobotoh menjadi identik dengan pendukung Persib Bandung. 

Istilah bobotoh atau ngabobotohan sudah ada sejak dulu dalam kaitannya dengan sepak bola nasional khususnya Persib, kata bobotoh telah digunakan sejak zaman kompetisi Perserikatan, digunakan oleh para penonton pendukung Persib yang artinya siapa yang datang ke stadion/ lapangan sepak bola dan memberikan dorongan semangat kepada Persib maka disebut bobotoh atau ngabobotohan Persib. 

Dalam kaitannya dengan hukuman yang diterima Persib, buntut dari pelemparan ketika pertandingan Persib vs Persija maka melalui surat dari komdis PSSI no 060/L1/sk/KD-PSSI/2017 maka dijelaskan bahwa Persib mendapatkan hukuman yakni larangan mendapatkan dukungan secara langsung di stadion dari suporter setia mereka, bobotoh, selama lima pertandingan. Yang kemudian ditegaskan oleh wakil ketua umum PSSI, JokoDriyono, bahwa “Persib boleh didampingi penonton, namun bukan bobotoh. 

Komdis memutuskan melarang bobotoh masuk stadion, bukan pertandingan tanpa penonton” (Detik.com/3/8/2017). Sedangkan menurut sekjen PSSI, RatuTishaDestria, dua hari sebelumnya menyebutkan “Itu bukan tanpa atribut, penonton tidak boleh masuk, itu artinya mereka (Persib) tidak akan didampingi oleh penonton” (Detik.com/1/8/2017). 

Dari dua pernyataan di atas, antara wakil ketua umum PSSI dan sekjen PSSI mempunyai penafsiran yang berbeda terhadap hukuman yang diberikan komdis kepada Persib, yang dalam perjalanannya Persib lebih condong menjalankan hukuman dari tafsiran wakil ketua Umum PSSI, bukti dari hal tersebut bisa dilihat dipostingan berbagai media sosial resmi Persib tertanggal 2 Agustus 2017.

Saah satunya menyebutkan “Sepakbola adalah hiburan bagi semua, bukan hanya milik fans sebuah klub saja, maka masyarakat umum, terutama warga Bandung yang belum pernah menonton Persib inilah saatnya” dalam kaitannya dengan “Persib boleh disaksikan penonton tapi bobotoh dilarang” maka postingan caption dari akun Persib tersebut di atas adalah sebuah bentuk penghianatan terhadap sejarah panjag kata “bobotoh” itu sendiri. Bukankah orang yang datang ke stadion untuk menonton dan memberikan dorongan semangat kepada Persib disebut bobotoh Persib. 

Lalu logi kadang sejarah macam apa yang dipakai Persib ketika “Persib boleh disaksikan penonton, tapi bobotoh dilarang”?

Ditulisoleh: R.Kurnia

Part time writers, full time fathers 




REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:20 WIB

    Liga Yang Tak (Pernah) Profesional

  • Selasa, 12 September 2017 | 18:38 WIB

    Panjang Umur Solidaritas Bobotoh!

  • Kamis, 17 Agustus 2017 | 07:58 WIB

    Ketika NALURI Dibutakan oleh BATI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:48 WIB

    Cing Gede Milik SIB...!!!

  • Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB

    Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

  • Senin, 31 Juli 2017 | 07:30 WIB

    Ngala Bati Tina Rongsok

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

    Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB

    Curahan Hati Ketua Viking Frontline

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:42 WIB

    Persib Gagal Lagi Angkat 'ASA' Kami


Iklan Footer