Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

"The Jakmania dibu*uh saja" Sepenggal dari lirik dukungan yang kita berikan kepada Tim berjuluk Maung Bandung ini, awalnya kita hanya berteriak“Yo ayo ayo ayo Persib Bandung”  Kata tersebut bermakna sebuah ajakan, dimana awalnya ajakan untuk Persib Bandung untuk menjadi juara Liga bergengsi di Tanah Air.

Namun pada akhirnya kita juga mengajak untuk semua yang terlibat pada pertandingan 2 X 45 Menit itu, untuk membunuh kelompok supporter yang kita tunjuk sebagai rival kita, seakan kita tidak tahu bahwa hal itu tidak patut untuk dilakukan dari perspektif manapun kita melihat hal itu tetaplah salah, dan entah mengapa pada part itu pula lagu tersebut terdengar Lantang dan Jelas!

Seolah kita menanam sebuah dendam dan keinginan yang besar untuk melakukan hal itu, bahkan seolah olah kita akan mulia bila melakukan hal itu (bisa dikatakan sejajar dengan jihad).

Hal ini semakin memuncak ketika teman kita AlmarhumRangga Cipta Nugraha menjadi korban ganasnya sebuah rivalitas yang dibumbui fanatisme buta ini. Sayangnya setelah kejadian tersebut kita tidaklah melakukan introspeksi, kita tidak menyadari, kita hanya menuduh bahwa hal ini adalah DOSA yang dilakukan oleh MEREKA juga harus ditebus oleh mereka pula “Usut Tuntas atau Kami yang Balas”.

Tidak kah kita menyadari Rangga(alm)menjadi korban karena ada sebuah hasrat yang terpendam pada diri kita (HAMPIR SEMUA) yang akan merasa begitu BANGGA apabila kita menjadi SETITIK warna BIRU diantara lautan Manusia Berbaju Orange, karena hal itu begitu mulia apabila kita lakukan, kita menjadi sangat ANTI bahkan ALERGI dengan hal yang dinamakan PERDAMAIAN, dan kita Bangga menjaga dan melestarikan RIVALITAS ini.


Karna begitu bangga apabila kita melakukan hal tersebut, banyak sekali teman - teman mencoba mencapai tujuan tersebut,
dari mulai membenci kendaraan berplat nomor B hingga melakukan sweeping yang semestinya tidak perlu kita lakukan.

 

Seiring berjalannya waktu kini, Rivalitas yang begitu bangga kita abadikan ini menjadi sebuah BOOMERANG , karna begitu besarnya keinginan kita untuk “membunuh” ,dengan sendirinya kita mencari “mangsa” untuk mendapatkan klimaxdari rasa BENCI yang terkandung dalam sebuah Fanatisme ini.

 

Akhirnya kita mendapatkan titik KLIMAX tersebut, mendapatkan “mangsa” kita yang kita “buru” selama ini, Ya.. dan dia adalah Ricko Andrean. “Inalillahi Wainnailahi Rajiun” , setelah seperti ini maka siapa lagi yang akan kita salahkan? Siapa yang harus menebus Dosa ini? Mereka lagi? Persib ? Persija ? atau Pihak Penyelenggara LIGA ?


lalu ? apa hasil yang diraih selama ini? tentang kekerasan yang dibungkus oleh fanatisme yang kita bangga bangga kan itu ?BANGGA? Saya rasa tidak, yang kita dapatkan hanyalah LUKA , DUKA dan DOSAyang akan terus kita jaga apabila kita hanya mampu menuduh tanpa melakukan introspeksi diri.

 

Untuk Rangga dan Ricko maaf telah menyebutkan nama kalian. Selamat jalan, semoga kalian tenang disana, maafkan kami telah mengajak kalian pergi, berdamailah disana, doa kami menyertaimu. Tunggu saja suatu saat kami akan menghampiri kalian, lalu bersama kembali menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa




Nuhun, Wassalamualaikum wr.wb.
Bdg, 27 Juli 2017

 


Rizlan Nawfal Tamima

@rizlantamima




REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:20 WIB

    Liga Yang Tak (Pernah) Profesional

  • Selasa, 12 September 2017 | 18:38 WIB

    Panjang Umur Solidaritas Bobotoh!

  • Kamis, 17 Agustus 2017 | 07:58 WIB

    Ketika NALURI Dibutakan oleh BATI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:48 WIB

    Cing Gede Milik SIB...!!!

  • Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB

    Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

  • Senin, 31 Juli 2017 | 07:30 WIB

    Ngala Bati Tina Rongsok

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

    Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB

    Curahan Hati Ketua Viking Frontline

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:42 WIB

    Persib Gagal Lagi Angkat 'ASA' Kami


Iklan Footer