Curahan Hati Ketua Viking Frontline

Curahan Hati Ketua Viking Frontline

Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB
SHOCK rasanya membaca Grup WhatsApp Frontline pagi tadi mengabarkan Iko (sapaan akrab Ricko Andrean Maulana‎) sudah pergi untuk selama-lamanya. Sejak hari pertama di rumah sakit, saya selalu berpikiran positif dan optimis bahwa iko akan kuat dan sembuh, sehingga bisa kembali ke tribun bersama kita suatu saat nanti.

Namun apa daya takdir berkata lain. Sungguh disayangkan, Iko harus menjadi korban dari sebuah rivalitas yang sudah jauh kelewat batas dan sudah dalam tahap kesesatan berfikir. Iko baru berusia 6 tahun ketika sejarah permusuhan ini dimulai. Siapa yg menyangka 16 tahun kemudian dia adalah korban dari permusuhan yang dimulai 16 tahun tersebut. 

Kemarin saya ikut menemani Heru Joko (ketua Viking) dan Ferry Indra Sjarief (ketua The Jakmania) menjenguk Iko, di sela sela obrolan setelah pulang dari RS, keduanya bercerita bahwa mereka merasa sangat berdosa atas rivalitas yang kelewat batas ini, karena permusuhan ini terjadi disaat kepemimpinan mereka berdua. Oleh karenanya mereka saat ini sedang mengupayakan jalan agar rivalitas yang sudah kelewat batas ini bisa berakhir. 

Saya sendiri mendukung langkah yang sedang diupayakan kedua pemimpin tersebut, karena memang rivalitas sudah tidak sehat lagi karena diterjemahkan dengan saling bunuh. Apa yang bisa dibanggakan dari membunuh seseorang??? Apa yang bisa dibanggakan dari memukuli seseorang yang sudah tergeletak tidak berdaya??? 

Sebagai seorang ketua distrik di Viking, saya tau banyak orang yang kontra dan tidak sependapat dengan sikap saya ini. Tapi saya melakukan semata-mata karena "humanity". Sorry kawan It's all about humanity, it's not about rivality anymore. 

Silahkan caci saya dengan perkataan "leungit karakter", silahkan caci saya dengan "mnh lemah", pengecut dsb, silahkan caci saya dengan apapun kalimat cacian apapun yang pantas dialamatkan kepada saya atas sikap saya ini, saya tetap menghargai kalian. Tapi yang pasti saya tidak mau jadi bagian dari rivalitas yang diterjemahkan dengan saling bunuh. 

Selamat jalan Iko, doa kami semua menyertaimu, semoga kamu adalah korban terakhir yang jatuh atas nama rivalitas.

Tulisan ini saya buat di tol cipularang dalam perjalanan pulang ke Bandung untuk mengahadiri pemakaman Iko.

Tobias Ginanjar
Ketua Viking Frontline




REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:20 WIB

    Liga Yang Tak (Pernah) Profesional

  • Selasa, 12 September 2017 | 18:38 WIB

    Panjang Umur Solidaritas Bobotoh!

  • Kamis, 17 Agustus 2017 | 07:58 WIB

    Ketika NALURI Dibutakan oleh BATI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:48 WIB

    Cing Gede Milik SIB...!!!

  • Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB

    Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

  • Senin, 31 Juli 2017 | 07:30 WIB

    Ngala Bati Tina Rongsok

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

    Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB

    Curahan Hati Ketua Viking Frontline

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:42 WIB

    Persib Gagal Lagi Angkat 'ASA' Kami


Iklan Footer