Lelucon Bernama Persib

Lelucon Bernama Persib

Minggu, 16 Juli 2017 | 00:38 WIB
PERSIB butut, Persib kalah lagi. Kini kalimat tersebut menjadi hal biasa untuk didengar, tampaknya telinga dan hati mulai beradaptasi dengan keadaan Persib saat ini. 

Klub besar dengan pemain bintang hingga mega bintang, keuangan melimpah, memiliki supporter terbesar yang juga loyal dan royal, dan menyandang status juara bertahan, tapi layaknya lelucon. Iya, Persib saat ini adalah lelucon sepakbola Indonesia.

Masih ingat presentasi Persib sebelum musim dimulai? Launching megah, rombak pemain kunci, lalu mendatangkan pemain bintang dengan alibi kebutuhan taktik, kemudian mendatangkan pemain label kelas dunia yang nyaris kadaluarsa. 

Ketika mendapat sedikit kritik bahwa pembelian pemain tersebut takdi perlukan dan merupakan titipan bisnis manajemen, maka dengan gagahnya Djajang Nurdjaman membantah dan berkata bahwa semua pemain adalah pilihan dia dan cocok dengan skema taktik beliau. Bahkan Djajang mengatakan bahwa tak ada pemain lapis kedua, semua pemain adalah pemain inti.

Lelucon itu kemudian dimulai. Waktu berlalu dan Djanur seperti lupa ucapannya, beliau pada akhirnya mengeluh dengan kedalaman skuad yang dimiliki Persib, setelah rentetan permainan buruk dan hasil yang buruk pula pada jadwal ketat. Pun dengan strategi dan pola permainan Persib yang cenderung bertahan dan mentok dalam skema serangan. Konon katanya, Persib membutuhkan striker asing berkelas selain Carlton Cole yang kata beliau adalah pemain ‘pilihansaya’ di awal musim. 

Situasi buruk ini sempat ditengarai karena adanya intervensi pihak ketiga, namun beliau sendiri membantah adanya isu intervensi terhadap dirinya. Khilafnya Djanur akan ucapan dan presentasinya di awal musim membuat saya sebagai Bobotoh seperti menjadi korban ‘Crott Leos’ yang di iming-imingi rayuan gombal diawal, kemudian ditinggal pergi ketika keadaan memburuk dalam keadaan kacau balau. 

Lelucon selanjutnya adalah kapten Persib. Yes, the one and only Lord Atep kesayangan kita semua. Sejatinya kapten adalah sosok yang disegani rekan satutimnya. Dia harus mampu mengayomi dan menjadi sosok sentral dalam menjaga semangat juang pasukan Persib didalam dan luar lapangan. Didalam lapangan, jarang sekali saya melihat Atep seperti kapten kesebelasan tim lain yang selalu ngotot membela rekannya yang dikasari, atau aduargumen sengit tentang keputusan wasit yang dirasa kurang baik. 

Diluar lapangan lebih lucu lagi, kapten macam apa yang sengaja mengajak pihak diluar Persib untuk masuk kekamar para pemain, mengganggu waktu istirahat dan persiapan pemain untuk melakukan wawancara konyol demi kebutuhan channel youtubepribadinya? Lebih lucu lagi tidak ada tim kepelatihan atau manajemen yang menegur hal ini. Tapi kita harus memaklumi itu semua, mungkin sang kapten bercita-cita menjadi Young Lex Wanna Be.

kemudian tentang Febri Haryadi yang performanya menurun dan tidak berkembang. Khusus untuk hal ini, saya rasa kita harus memakluminya. Febri yang merupakan pemain muda harapan bangsa mungkin sedang terbebani karena dibebani ekspektasi yang tinggi di tim sekelas Persib dan juga Timnas Indonesia. Lagipula, pemain muda di tim besar kelas dunia akan dibimbing, dijaga dan diatur sedemikian rupa agar berkembang.  

Sementara Febri sudah harus menjadi tulang punggung taktik Djanur untuk mapay gawir di usia mudanya, tanpa ada sosok dan contoh yang bisa membuatnya berkembang didalam lapangan. Kita doa kan saja semoga merosotnya permainan Febri bukan karena star syndrome akibat popularitas, dan bukan karena terjerumus kedalam lingkaran cabecabean.

Lelucon terakhir dan teranyar lebih menggelikan lagi. Seluruh tim di dunia akan sangat butuh dukungan dari supporternya ketika tim mereka sedang dalam keadaan down, begitupun dengan Persib. Terlebih Persib akan menghadapi Persija yang konon merupakan laga penuh gengsi dan mendongkrak rating TV. Namun, alih-alih membutuh kandukungan moral dari Bobotoh, Persib rupanya lebih membutuh kandukungan dana dari Bobotoh dengan menaikan harga tiket melawan Persija. Bukan mempermudah, malah memanfaatkan situasi dan melengkapi lelucon yang selama ini terjadi.

Semoga saja lelucon ini segera berakhir, semoga seluruh elemen di tubuh Persib mulai dari pemain, tim pelatih, manajemen, dan pemilik saham mulai memiliki visi yang sama dengan seluruh Bobotoh yaitu, Loyal dan Hidup untuk Persib, bukan Royal dan Hidup dari Persib. Sehingga akhirnya Persib akan sesegera mungkin bangkit dari keterpurukan dan meraih kejayaannya kembali. Amin.

Nama: Gery Saputra
Twitter & IG: @storyofgery




REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:20 WIB

    Liga Yang Tak (Pernah) Profesional

  • Selasa, 12 September 2017 | 18:38 WIB

    Panjang Umur Solidaritas Bobotoh!

  • Kamis, 17 Agustus 2017 | 07:58 WIB

    Ketika NALURI Dibutakan oleh BATI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:48 WIB

    Cing Gede Milik SIB...!!!

  • Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB

    Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

  • Senin, 31 Juli 2017 | 07:30 WIB

    Ngala Bati Tina Rongsok

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

    Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB

    Curahan Hati Ketua Viking Frontline

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:42 WIB

    Persib Gagal Lagi Angkat 'ASA' Kami


Iklan Footer