Postmatch Analisis: Empat Dosa Kusni dan Asistennya

Postmatch Analisis: Empat Dosa Kusni dan Asistennya

Minggu, 9 Juli 2017 | 23:13 WIB
PERSIB harus rela tersungkur di Pamekasan, dilibas Madura United dengan skor telak 3-1. Maung Bandung hanya mampu membalas lewat Raphael Maitimo. Namun diluar itu, beberapa keputusan wasit dan asistennya di lapangan kerap kali menuai protes dari para pemain Persib dan kontroversi.

Yang pertama adalah keputusan Kusni yang menjadi sang pengadil, Minggu (9/7/2017) malam, ketika memberi penalti kepada Madura United pada menit ke-24, terlihat jelas di tayangan ulang siapa menjatuhkan siapa?

Dedi Kusnandar terlibat duel dengan Greg Nwokolo, sikut penyerang Madura United ini jelas masuk ke leher Dado, sapaan Dedi Kusnandar. Namun yang terjadi Kusni menunjuk titik putih untuk insiden ini.


Kontroversi kedua adalah ketika gol Raphael Maitimo dianulir wasit Kusni. Asistem Wasit terlebih dahulu mengangkat bendera offisde, jika dilihat dari tayangan ulang di televisi, baik itu Maitimo atau Essien berada di posisi on side. Mutlak ini harusnya menjadi gol untuk Persib, karena setelah Essien memberikan assist, Maitimo berada sejajar dengan bek Madura United.


Ketiga adalah ketika Kusni lagi-lagi menganulir gol Michael Essien, untuk kedua kalinya, dengan asumsi kali ini adalah Achmad Jufriyanto sudah berada diposisi offside, sekali lagi tayangan ulang bisa menjawab bagaimana pemain Persib melakukan protes dan Bobotoh di dunia maya menghujat wasit asal Kalimantan Timur tersebut. Posisi Jupe dan Tony Sucipto sejajar dengan last defender Madura United.


Terakhir, keempat adalah bagaimana asisten wasit dengan sangat jongjon tidak bergerak sama sekali ketika fastbreak Madura United, Greg Nwokolo memberikan sodoran kepada Bayu Gatra yang sangat jelas berada dalam posisi offside, dan hakim garis pun tampak sejajar dengan pandangannya, padahal posisi Wildansyah sudah terpaut satu langkah dengan Bayu.


Nah masihkan kita percaya dan bergantung kepada kepemimpinan wasit di lapangan sebagai sang juru adil, jika masih bisa menodai aturan-aturan fairplay seperti di pertandingan Persib melawan Madura United, jauh-jauh bermimpi akan teknologi Virtual Assistant Referee (VAR) yang kemarin baru dikampanyekan di ajang Piala Konfederasi 2017 yang bandrol harga untuk softwarenya selangit. Faktor nonteknis acapkali jadi penentu di sepakbola Indonesia.


Tonton video menarik Dedi Kusnandar di bawah ini:

REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 September 2017 | 10:50 WIB

    Fluktuasi Pemain dan Ball Possesion Ala Emral Abus

  • Minggu, 10 September 2017 | 19:39 WIB

    Momok Persib Dari Wamena, Kikuknya Post Bek Gawir Kiri

  • Selasa, 29 Agustus 2017 | 03:51 WIB

    Catatan Rekor Atep di Mandala Tahun Ini

  • Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:08 WIB

    Lini Belakang Persib Dituntut Lebih Rapat dan Sigap

  • Kamis, 20 Juli 2017 | 21:16 WIB

    Analisis Jose: Persija Punya Leader di Semua Lini


Iklan Footer