Antara Djanur dan Ranieri

Antara Djanur dan Ranieri

Selasa, 20 Juni 2017 | 13:21 WIB
Djadjang Nurdjaman dan Claudio Ranieri.
MELIHAT performa persib di liga 1 musim ini, mengingatkan saya pada Leicester City di musim kemarin. Mengapa? Bukan hanya warna seragam mereka yang sama berwarna biru, tetapi juga karena dengan persamaan mereka sebagai juara bertahan liga musim sebelumnya yang performanya anjlok ketika musim baru dimulai. 

Kedua tim ini jujur saja menjadi juara bukan karena permainan indah dan mencetak banyak goal, mereka juara dengan permainan efisien ditambah sedikit bumbu dewi fortuna. Jikalau melihat permainan mungkin di Inggris kala itu Man City atau Arsenal mungkin lebih layak menjadi juara di Inggris dan Persipura atau Arema juga begitu halnya di Indonesia. 

Buruknya performa mereka juga beralasan dikarenakan kehilangan pemain kunci di lini tengah yang kebetulan sedikit mirip dari namanya, Kante di Leicester dan Konate di Persib Bandung. Kehilangan pemain ini membuat permainan mereka seolah seperti mereka kehilangan roh di lini tengah, padahal kedua klub ini bukannya tidak merekrut pemain berkualitas untuk mengganti Kante dan Konate, mereka belanja mahal untuk amunisi lini tengahnya. Tetapi apa yg salah dengan mereka? 

Ya, bukannya saya mau mengadili, tetapi menurut saya peracik taktik lah yang harus dipertanyakan kinerjanya, kedua pelatih ini, baik Ranieri atau Djanur gagal menyesuaikan taktik yang mereka terapkan dengan pemain yang tersedia. Alih-alih mengganti pendekatan taktiknya, mereka justru memaksakan taktik yang sama ketika adanya Kante atau Konate kepada pemain yang tipe permainannya berbeda. Disinilah seharusnya Djanur belajar, harusnya dia mencontoh Allegri, yang ketika itu kehilangan Pirlo, Pogba, dan Vidal secara bersamaan di lini tengah Juve, tapi dia berhasil mengadaptasi taktik yang sesuai dengan tipe permainan dari pemain baru yang direkrut oleh manajemen Juventus. Mungkin Djanur ketika menimba ilmu di Italia dulu justru berguru kepada Ranieri bukan Allegri, memang keduanya berasal dari Italia tetapi pendekatan yang mereka lakukan sangatlah berbeda.

Untuk kasus Persib musim ini seperti halnya Leicester, selain dari pendekatan taktik yang sudah saya nilai sebelumnya dan juga dewi fortuna yang sudah tidak berada di dekatnya lagi, mental para pemain pun sudah down dikarenakan buruknya hasil yang didapat mereka. 

Mungkin persib harus melihat perbedaan yang didapat Leicester ketika mereka mengganti Ranieri dengan Shakespear, performa dan hasil yang didapat pun terlihat secara jelas perbedaannya, selain faktor teknis, hal ini dikarenakan ada penyegaran di internal tim dan pemain, mental pemain pulih kembali karena ada unsur baru yang memotivasi mereka. Sehingga berimbas kepada performa individu dan team.

Untuk itu, ayolah Sib! Jangan menunggu terlambat, pertandingan baru memasuki pekan ke 11, masih ada peluang untuk finish lebih baik. Persib bukan hanya butuh mengganti pelatih dari segi teknis, tapi juga non-teknis. Bukan kita tidak hormat kepada Djanur yang telah membawa juara tim ini, tetapi begitu pula dengan Ranieri yang telah membawa Leicester juara, mungkin setiap pelatih ada waktunya untuk bersinar dan redup, ketika redup itulah klub butuh cahaya yang baru, hormat kami untukmu coach Djanur dan khususnya PERSIB...

Mochammad Akbar Wibowo 
@akbarwibowo
Cuma pecinta persib dan pemerhati sepakbola yg pernah melihat sepakbola di negeri ratu elizabeth


REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:20 WIB

    Liga Yang Tak (Pernah) Profesional

  • Selasa, 12 September 2017 | 18:38 WIB

    Panjang Umur Solidaritas Bobotoh!

  • Kamis, 17 Agustus 2017 | 07:58 WIB

    Ketika NALURI Dibutakan oleh BATI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:48 WIB

    Cing Gede Milik SIB...!!!

  • Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:13 WIB

    Menggugat Pernyataan 'Bobotoh Dilarang Tonton Persib'

  • Senin, 31 Juli 2017 | 07:30 WIB

    Ngala Bati Tina Rongsok

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 20:19 WIB

    Bangga Atas Sebuah Dosa dalam Rivalitas

  • Kamis, 27 Juli 2017 | 19:14 WIB

    Curahan Hati Ketua Viking Frontline

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:42 WIB

    Persib Gagal Lagi Angkat 'ASA' Kami


Iklan Footer