Begini Reaksi PT PBB Terkait Rencana Digelarnya Turnamen 'Fast Food'

Begini Reaksi PT PBB Terkait Rencana Digelarnya Turnamen 'Fast Food'

Senin, 12 Februari 2018 | 22:04 WIB

SEPERTINYA bukan dunia sepak bola Indonesia namanya jika segalanya seolah serba dadakan dan kerap menyajikan sesuatu layaknya fast food alias makanan cepat saji.

Tengok saja, bagaimana klub-klub dan media 'kebingungan' menanti jadwal Piala Indonesia 2018. Sebab hampir satu pekan sebelum kick off panitia pelaksana belum merilis hasil drawing maupun jadwal. Saat diumumkan penetapannya pun terkesan sembunyi-sembunyi.

Sekarang klub-klub pun harus siap-siap menghadapi kondisi seperti itu dan mesti mengatur program karena otoritas sepak bola di Tanah Air berencana menggelar kembali turnamen Piala Indonesia.

Lebih banyak kompetisi memang lebih baik dan bisa membuat klub lebih kompetitif. Tapi jika penyelenggaraannya terkesan dadakan, itu tentu menimbulkan pertanyaan seperti apa sebenarnya PSSI bekerja dan menyusun program kompetisi.

BACA JUGA: Insting dan Ketajaman Berkembang, Ezechiel Makin Pede

Klub hanya bisa menunggu dan menerka-nerka. Untuk sekadar memastikan ikut atau tidak, pengurus klub mesti berkumpul dan bermusyawarah layaknya rapat 'Rukun Warga' dalam menentukan jadwal ronda atau siskamling. Situasi itu juga yang dihadapi oleh Persib Bandung dan klub lainnya menyikapi kabar bakal bergulirnya kembali Piala Indonesia.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S.Taryono mengatakan, pihaknya memang sangat menyambut baik kembali digelarnya Piala Indonesia yang dinilainya sangat bagus bagi klub. Akan tetapi karena penyelenggaraannya hampir bersamaan dengan Liga, maka pihaknya perlu membahas mekanisme  pengaturan jadwal agar nantinya tidak terjadi benturan jadwal.

"Saat ini kita belum mendapatkan surat resmi tentang Piala Indonesia. Setelah ada surat resmi kita akan membahasnya di internal tim. Termasuk membahas mekanisme pengaturan jadwal pertandingan," kata Kuswara.

Selain soal jadwal, implikasi lainnya yang perlu dipikirkan jika turnamen Piala Indonesia benar-benar digelar adalah tuntutan kepada Pelatih Pesib, Rooberto Carlos Mario Gomez yang mau tak mau kini harus mengatur program yang difokuskan pada dua ajang kompetisi sekaligus. Yang tadinya hanya dikonsentrasikan ke Liga 1, kini harus dipecah jadi dua karena agenda kompetisi bertambah jadi dua.  

"Iya jadi sekarang persiapan yang dilakukan coach Gomez tidak cuma fokus persiapan Liga saja tapi sekaligus persiapan Piala Indonesia. Jadi nanti kalau sudah ada surat resmi penyelenggaraan Piala Indonesia kita baru akan membahasnya di Internal. Teermasuk mengkomunikasikannya dengan pelatih. Kalau sekarangkan kita juga belum dapat jadwalnya. Baru mempersiapkan tim saja," tegasnya.

NAZZAL RAMADHAN / VPC / RED2

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 20:17 WIB

    Gomez Lempar Keinginan, PT PBB Lempar Pertimbangan

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 20:01 WIB

    Urusan Pemain Ada di Tangan Gomez, Tapi Ada Tapinya

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 04:04 WIB

    Tim Persib Belum Teruji, Supardi Ungkap Penyebabnya

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 03:05 WIB

    Supardi: Sekarang Saya Jadi Pengganti Haji Ridwan

  • Sabtu, 24 Februari 2018 | 18:37 WIB

    Efek 4 Gol Persib ke Gawang Priangan Selection

  • Sabtu, 24 Februari 2018 | 18:09 WIB

    Bagi Gomez Skor Akhir Tak Terlalu Penting, Begini Katanya


Iklan Footer