Kamu Memintaku Untuk Sabar, Tanpa Mampu Memberi Rasa Nyaman

Kamu Memintaku Untuk Sabar, Tanpa Mampu Memberi Rasa Nyaman

Senin, 5 Februari 2018 | 19:59 WIB
Menjaga hati untuk rasa cinta memang susah-susah gampang. Kita harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada: senang ataupun susah, tangis maupun tawa, memang sudah semestinya jadi konsekuensi.

Rasa cinta memiliki peruntukan luas, bisa antar manusia kepada manusia lainnya, manusia terhadap binatang, dan sebagainya dan sebagainya, ataupun teruntuk  hal yang akan saya bahas kali ini, klub sepakbola: Persib Bandung.

Mengutip suatu sajak, jika ada hal yang lebih indah dari cinta, mungkin itu sepakbola. Saya selalu merawat kalimat itu demi menjaga rasa terhadap Persib, demi menjaga esensi yang ada untuk selalu mendukung klub kebanggaan dari masa kanak dahulu. Melihat kondisi saat ini dengan segala permasalahan yang terjadi, baik dari faktor intern maupun ekstern tim, selalu terlintas dalam pikiran saya atau mungkin bobotoh lainnya, apakah mungkin akan terus bisa merawat “Cinta Persib” itu sendiri? Ya, jika saja hanya satu atau dua kali, masih bisa untuk jadi maklum, tapi saya pikir hal seperti ini selalu terulang disetiap musimnya.

Mengatasi badai yang terjadi antar rasa, memang sepatutnya menjadi urusan pribadi masing-masing, apakah akan tetap ataupun mengacuhkan lalu pergi. Persib memiliki konflik yang cukup pelik, dan bobotoh lagi-lagi dimintai untuk sabar hadapinya, bahkan disetiap tahunnya yang terus berulang, lagi dan lagi. Penyesalan tanpa upaya memperbaiki, hanyalah awal bagi penyesalan berikutnya. Jika memang Persib ingin memberikan yang terbaik bagi para pendukungnya saat ini, berikanlah kenyamanan hati ini, jadikanlah penyesalan untuk perbaiki diri, agar kami bisa merawat perasaan ini, fanatisme ini dan kehormatan untuk ini. Bisa jadi sekarang, kami tidak menginginkan piala itu, yang kami inginkan mungkin hanya kondusifitas dalam tim.

Mudah-mudahan, para petinggi Persib bisa membaca tulisan ini, meskipun tidak, kami tahu apa  yang akan kami lakukan kelak, menyuarakan perasaan ini kembali, di atas guyuran hujan (lagi). Agar kami dapat tenang olehnya.

Penulis, Gilang Jallu. Dapat di akses melalui akun twitter @gilangjallu


FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 20:16 WIB

    Memahami Makna Pelatih Asing di Persib

  • Jumat, 23 Februari 2018 | 22:53 WIB

    Gomez dan Kutukan Pelatih Asing Persib

  • Rabu, 21 Februari 2018 | 18:03 WIB

    Istilah Kabeh Dulur Kini Hanya Terasa di Laga Away

  • Senin, 19 Februari 2018 | 18:00 WIB

    The Jakmania di Antara Anis dan Ahok

  • Senin, 5 Februari 2018 | 08:20 WIB

    Goong Nabeuh Manéh

  • Minggu, 4 Februari 2018 | 20:32 WIB

    Menimbang Keterlibatan “Mantan” Dalam Manajemen


Iklan Footer