Deretan Striker Afrika Persib : Bekamenga Tertajam, Siapa Termelendoy?

Deretan Striker Afrika Persib : Bekamenga Tertajam, Siapa Termelendoy?

Minggu, 4 Februari 2018 | 03:11 WIB

AFRIKA menjadi benua yang dikenal sebagai pemasok pemain-pemain sepakbola, catatan tahun 2016 dari CIES Football Observatory, ekspor pemain dari Benua Hitam ini adalah sebanyak 2,073 pemain dan tersebar di seluruh kompetisi dunia.

Nigeria, Senegal dan Pantai Gading menjadi eksportir ketiga terbesar di Arfika, ratusan diantaranya mencari peruntungan di Indonesia. Persib sendiri, baru membuka kran impor pemain asing di kompetisi musim 2003. Keripuhan trio Polandia (Maciej Dolega, Piotr Orlinski dan Mariusz Mucharski), menjadi pertanda Maung Bandung membuka lebar-lebar tangannya menerima pemain diluar Indonesia, karena sebelumnya, Persib dikenal sebagai tim yang konservatif dan sentimen terhadap pemain diluar Jawa Barat.

Pada tahun 2005, Ekene Ikenwa menjadi pemain Afrika pertama yang membela Persib. Striker asal Nigeria ini berhasil menghipnotis publik Bandung karena penampilan impresifnya (Di Kandang hungkul). Lantas, siapa saja striker asing asal Afrika yang pernah dimiliki Persib, dan siapa yang terbaik? 

Ekene Michael Ikenwa
Striker dengan jangkung 1.83 meter ini membela Persib selama dua musim, sejak kompetisi 2005 hingga 2007. Pemain asal Nigeria ini menjadi salah satu penyerang yang produktif yang pernah dimiliki Maung Bandung.

Pada Liga Indonesia tahun 2005, Ikenwa berhasil mengumpulkan 13 gol dan memecahkan rekor milik Imral Usman yang sebelumnya membukukan 10 gol pada Liga Indonesia tahun 2003. Namun, pencapaian Ikenwa tidak bisa melebihi 21 gol milik Sutiono Lamso pada Liga Indonesia Indonesia pertama tahun 1995.

Ikenwa melekat dengan julukan Si Jago Kandang, menjadi seorang Midas saat tampil di Stadion Siliwangi, namun melendoy ketika Persib bermain di kandang lawan, beberapa kali bahkan Ikenwa 'Mendadak Cedera' supaya tidak disertakan dalam lawatan pertandingan away Persib.
Musim 2005, mantan pemain Pelita Jaya ini mencetak quatrick ketika Persib mencukur PSDS Deli Serdang 4-1, Ikenwa memborong 4 gol untuk Persib. Tiga hattrick dicetak Ikenwa saat Persib melumat Deltras Sidoarjo 3-1, dan membungkam Semen Padang 3-1.

Redouane Barkaoui
Si Jaipong, begitu julukan yang melekat kepada striker Persib asal Maroko, Redouane Barkaoui. Bermain selama dua musim sejak 2006, Barkaoui berhasil mengemas 15 gol.

Semula kehadiran Barkaoui di tubuh Persib hanya dipandang sebelah mata. Namun, sejak melihat aksi memukaunya di lapangan hijau, bobotoh Persib langsung jatuh hati.

Di Bandung, saat itu, terjadi syndrome Barkaoui. Sehari setelah Persib mengalahkan Arema, sepasang suami-istri mengabadikan putra mereka dengan nama Barkaoui.

Christian Bekamenga
Christian Bekamenga Bekamengo Aymard, Bobotoh akan mengenal sosok striker asal Kamerun ini karena berhasil memperdayai kiper Persija, Evgeni Khmaruk, dua kali. Kemenangan bersejarah Maung Bandung atas Macan Kemayoran di musim kompetisi 2007 akan selalu dikengang oleh Bobotoh.

Untuk ukuran harga, saat itu, bandrol Bekamenga yang menjadi kapten Timnas Kamerun U23 di ajang Olimpiade 2008 terbilang fantastis, Persib harus merogoh kocek sebesar 1,1 Milyar untuk mendatangkannya dari Negeri Sembilan FA, tim asal Malaysia.

Dari 20 kali penampilannya, pemain kelahiran Yaounde, Kamerun ini berhasil mencetak 17 gol.

Moses Sakyi
Didatangkan saat era Drago Mamic, Moses Sayki adalah seorang journeyman, setiap musim, Ghana pertama sebelum Michael Essien ini terus berganti klub. Dari Sankt Paulie di Liga Jerman, CSKA Sovia di Liga Bulgaria, hingga FC Akzhayik di Kazakhstan yang menjadi titik suksesnya.

Targetman dengan tinggi badan 1.88 meter ini adalah panic buying Persib di musim kompetisi 2012, setelah striker sebelumnya, kompatriot Mijlan Radovic, Zdravko Dragicevic dicoret setelah melakoni pertandingan pertamanya melawan Semen Padang di pembukaan Indonesia Premiere League.

Di kancah Liga Super Indonesia (LSI), Dragicevic tak pernah main karena terganjal International Transfer Certificate (ITC). Ketika ITC pemain lain kelar, ITC Dragicevic masih bermasalah.

Moses didatangkan dari Pinhalnovense, salah satu klub kasta ketiga Liga Portugal. Dibawah bayang-bayang Christian Gonzales pada musim sebelumnya, penampilan Sakyi dinilai jauh dari harapan, bahkan saat itu, manajer Persib, Umuh Muchtar meniali jika pemain kelahiran Accra ini akan segera dicoret karena dicap sebagai pemain yang jelek.

Moses hanya diberi kesempatan tampil di 9 laga, dengan segala keuyuhan Persib kala itu, pemain bernomor 10 ini masih bisa menyumbangkan 3 gol, gol pertamanya Moses diciptakan dalam duel klasik saat Persib mengalahkan PSMS 3-1, 9 Januari 2012, setelah pertandingan, Moses menuai banyak pujian, salah satunya dari Umuh Muchtar.

Herman Dzumafo Epandi
Bergerak ke musim selanjutnya, tahun 2013. striker Kamerun lain yang didatangkan Maung Bandung adalah Herman Dzumafo. Dipercaya Djajang Nurjaman ketika pertama kali melatih Persib sebagai pelayan Sergio Van Dijk didepan, pemain yang menjadi raja di PSPS Pekanbaru ini justru tampil melempem ketika berjersey biru.

Dari 16 pertandingan yang dilaluinya, kran gol King Dzumi justru berbalik 180 derajat. Dari seorang serigala di kotak penalti seperti saat membela PSPS Pekanbaru (59 gol), di Persib, pemain yang musim ini memperkuat Bhayangkara FC ini hanya mampu menciptakan 6 gol saja.

Djibril Coulibaly
Tahun kedua Djajang Nurjaman melatih, Djibril Coulibaly didatangkan Persib satu paket dengan Makan Konate. Penyerang asal Mali ini direkrut karena penampilan apik pada musim sebelumnya bersama Barito Putera, yang diharapkan bisa menjadi goal-getter bagi Persib untuk mengarungi musim 2014.

Bersama Laskar Antarasi, Djibril mampu mencetak 21 gol salam satu musim. Karena hal ini, tim asal Banjarmasin itu merasa dikhianati karena Djibril lebih memilih pergi ke Bandung memperkuat Persib. Namun, penampilan striker bertubuh 170 cm bersama Maung Bandung justru dibawah performa karena faktor cedera yang didapatnya. 

Dari 21 pertandingan yang dilewatinya, Djibril hanya mampu mencetak 8 gol. Hal itu yang membuatnya tak bertahan lama di Persib, justru rekan senegaranya, Konate, yang sempat diragukan di awal liga mampu menyihir Bobotoh karena permainan apiknya. Bahkan Konate dinilai Bobotoh sebagai rekrutmen terbaik Persib untuk posisi gelandang serang hingga sekarang.

Meski begitu, Djibril Coulibaly terdaftar sebagai salah satu pemain yang berhasil menghantarkan Persib menjadi juara Indonesia Super League 2014.

Ezechiel N'Douassel
Didatangkan karena urgensi Persib The Golden Era musim 2017. Awal kehadirannya, Ezechiel N'Douassel dinilai sebagai jawaban atas permasalahan Persib di barisan depan, mungkin juga karena komparisasi dengan Targetman sebelumnya, Carlton Cole, Kapten Timnas Chad ini dinilai memiliki mobilitas dan kekuatan fisik yang lebih baik. 

Debutnya sangat menjanjikan kala Persib dijamu oleh Arema di Stadion Kanjuruhan dan menjadi pengharapan yang dinanti Bobotoh selama ini, mantan pemain Hapoel Tel Aviv ini masuk menggantikan Tantan yang cedera di akhir babak pertama. Eze membuka kran gol pertamanya saat Persib melumat Persegres Gresik 6-0, seketika, Bobotoh langsung menilai jika Eze adalah jawaban yang dicari Persib saat ini, selain diyakini akan lebih gemar mencetak gol, pemain dengan jangkung hampir 2 meter ini mampu menciptakan banyak peluang, selain itu Eze dinilai bisa bermain dengan mobilitas tinggi, tidak diam di satu posisi, teu daek cicing, ngagalaksak ka gawir-tengah-tukang, namun tetap saja, tugas seorang striker adalah mencetak gol bagi timnya, selama Liga 1 2017 berlangsung, pemain bernomor punggung 70 ini hanya menyumbang 4 gol (Jumlah yang sama seperti kartu kuningnya) saja dari 14 pertandingan yang dilaluinya.

Kran gol Ezechiel untuk Persib tak bertambah, bahkan di gelaran Piala Presiden sekalipun, justru kegemaran akan mengoleksi kartunya tak hilang, Eze harus absen di pertandingan ketiga kala Persib dipermalukan PSM Makassar 0-1.

Rataan Produktifitas Gol
Dari beberapa penyerang Afrika yang pernah dimiliki atau masih membela Persib hingga saat ini, bisa ditilik dari jumlah gol per laga, siapa penyerang paling mematikan, dan siapa yang paling melendoy?

Beberapa nama tidak kami masukan kedalam jajaran penyerang Persib yang berasal dari Afrika, seperti Fortune Udo, Koh Traore, dan yang lainnya, karena sebelum kompetisi dimulai kedua pemain tersebut dicoret dari skuad Persib.

Source :
The Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation

FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 12 November 2017 | 18:17 WIB

    Persib 2017, Terburuk Sejak Dikendalikan PT PBB

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:24 WIB

    Duel Pertahanan Terbaik, Anti Remis Remis Club!


Iklan Footer