Mewakili Bobotoh, VPC Kecam Provokasi Portal Viva Bola

Mewakili Bobotoh, VPC Kecam Provokasi Portal Viva Bola

Selasa, 23 Januari 2018 | 15:38 WIB
DUEL klasik tersaji Minggu, (21/1/18) lalu antara Persib melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Maung Bandung dipaksa menyerah 0-2 didepan sekitar 30 ribu Bobotoh oleh Ayam Kinantan.

Mengingat ini adalah gengsi rivalitas era Perserikatan, dan kemarin menjadi bentrokan yang ke-59 antara Persib dan PSMS dalam kompetisi resmi. Gesekan antar pemain menjadi pemandangan yang dijumpai, seperti pertarungan Bojan versus Sadney, dan Ezechiel versus Lobo.

Perlu diketahui, partai paling bersejarah Persib vs PSMS adalah pada final Perserikatan 1985. Partai itu memecahkan rekor penonton terbanyak dalam sepakbola amatir versi Asian Football Confederation (AFC). Ketika itu penonton berjumlah sekitar 150.000 orang dan membludak karena kapasitas Stadion Utama Senayan (GBK) saat itu hanya 110.000 orang.

Uniknya, tak ada satupun gesekan antara kedua kubu supporter terjadi, sama seperti minggu lalu, Bobotoh dan para pendukung PSMS saling membaur di sudut stadion GBLA, bahkan salah satu kumpulan supporter Ayam Kinantan, Smeck Hooligan, melalui akun Twitternya, menulis pesan terimakasihnya kepada Bobotoh.

"Terima kasih Bandung, alhamdulillah kota kembang sudah bersahabat," begitu tulisannya.


Kekalahan Persib 0-2 atas PSMS Medan, menjadi throwback 12 tahun lalu, dimana Saktiawan Sinaga dan Alejandro Tobar membungkam mulut Bobotoh yang memadati Stadion Siliwangi karena berhasil mempecundangi Maung Bandung di kandang Maung.

Dihubungi VIKINGPERSIB.CO.ID, salah satu 'Pituin' yang saat ini membela PSMS Medan, Abdul Aziz dan Erwin Ramdhani, mengkonfirmasikan jika setelah duel panas berlangsung, tidak ada sama sekali pelemparan dari Bobotoh yang ditujukan kepada punggawa PSMS Medan di lorong stadion, justru skuad besutan Djajang Nurjaman ini mendapat apresiasi dari Bobotoh yang memberikan selamat atas kemenangan timnya.

"Teu aya ah, (tidak ada) pelemparan. Justru pas masuk lorongmah dikeprokan (ketika masuk lorong stadion malah diberi tepuk tangan) Bobotoh," terang pemain asal Ciparay, Erwin Ramdhani, dihubungi melalui pesan singkat.

Aziz pun menuturkan hal yang serupa, "Emang naek Barracuda, tapi etamah pengamanan hungkul (Memang naik Barracuda, tapi untuk pengamanan saja), teu aya nu babaledogan (tidak ada yang melakukan pelemparan)," sambungnya.

Hal itu sangat bertolak belakang dengan apa yang diberitakan salah satu portal media yang memberitakan sepakbola di Indonesia, Viva Bola, di akun Instagramnya.


Dirigen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar, memberikan respon soal postingan tersebut yang menganggap itu adalah salah satu bentu provokasi media yang tidak bertanggung jawab, dengan menyudutkan salah satu kelompok pendukung tim sepakbola.

"Akun ini Viva Bola, Sangat tidak layak untuk publik. Mangadu domba dengan berita yang sama sekali tidak ada buktinya," tegasnya.


Duel klasik, tensi panas, dan kekalahan tuan rumah, bukan berarti atau dikaitkan dengan post-match chaos. Akan sangat bijak jika Viva Bola memberitakan sisi lain seperti kedua supporter berdampingan sepanjang laga tanpa adanya gesekan sama sekali, ketimbang memberitakan HOAX yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan sama sekali. 

Salam, Viking Persib Club.


FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 23 Januari 2018 | 15:38 WIB

    Mewakili Bobotoh, VPC Kecam Provokasi Portal Viva Bola

  • Sabtu, 20 Januari 2018 | 04:49 WIB

    Koreo 3D Bobotoh di Laga Pembuka Piala Presiden 2018


Iklan Footer