Jose Mourinho pun Tak Bisa Kalahkan Djanur

Jose Mourinho pun Tak Bisa Kalahkan Djanur

Senin, 22 Januari 2018 | 16:42 WIB
Djadjang Nurdjaman. Foto: Firman Fauzi

Assalamualaikum wrwb, sosok Djanur pada pertandingan semalam (Persib vs PSMS Medan) memang lebih Persib banget daripada pelatih Persib-nya sendiri. 


Putara daerah yang hidup dan besar di Persib memang begitu kental dengan Persib. Bukan suatu hal yang aneh Djanur bisa mengalahkan Persib pada pertandingan semalam karena beliau sudah tahu luar dan dalam klub kebangaan Jawa Barat tersebut.

Saya yakin ekspresi Djanur yang begitu kalem, berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam hatinya, ini masalah hati Lur!. Bagaimana rasanya seorang yang sudah dibuang dan kemudian membuktikan kehebatan kepada klub yang sudah membuangnya. 

Mau digimana-gimana juga saya yakin Djanur hatinya merasa legeg (baca: sombong) walaupun ekspresinya masih bisa dikontrol karena rasa hormat yang besar kepada tim yang sudah membesarkanya.

Bahkan saking hormatnya Djanur tidak mengizinkan pemainya bermain keras kepada pemain Pesrsib padahalmah karakter bermain PSMS emang kitu, keras tapi pertandingan semalam mah leungit karakter eta. 

Ada satu kejadian ketika Hariono tersiku mukanya oleh pemain PSMS, ketika itu Djanur secara reflek memberikan gestur tidak senang kepada pemainya dan melarang melakukan itu, para bonjovi bisa menyaksikan itu dengan jelas karena kejadian itu terbidik mata kamera. 

Kepada pemain kemarin sore seperti Puja Abdillah pun tidak ada pemain PSMS yang meneror mentalnya komo nuar nu nyenghor si Puja ge euweuh, PSMS terlalu sopan pada pertandingan semalam. Hanya seorang Lobo saja yang memeberikan terror kacangan kepada Aliando, sayang saja si Mawar Hitam emang jelek mentalna karek dihereuyan sakitu ge sudah membuat permainanya tidak fokus dan ujung- ujungnya kartu kuning karena divingnya yang teu biaseun.

Saya mempunyai keyakinan jika pertandingan semalam Persib di arsiteki oleh pelatih sekelas Jose Mourinho pun hasilnya akan sama, Persib tidak akan bisa mengalahkan Djanur. Sebab apa? Seukeut lur doa orang yang terdzalimi mah. 

Apakah Djanur sudah didzalimi? Wallahu a’lam kalian yang menilainya sendiri, tapi faktanya dimusim kemarin Djanur memang menjadi bahan bullyan tingkat Nasional sehingga beliau tidak sanggup dan memilih untuk mundur.

Tapi apapun yang terjadi dari beberapa kekalahan yang pernah dialami Persib saya rasa kekalahan semalam adalah kekalahan yang paling tidak menyakitkan. Terimakasih telah membaca tulisan ini mohon maaf jika ada tutur kata yang salah dalam tulisan ini. 

Wassalmualaikum wrwb. 

Penulis bernama Indra memiliki akun IG @harapan_untuk_negeri




FIRMAN FAUZI / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 25 Februari 2018 | 20:16 WIB

    Memahami Makna Pelatih Asing di Persib

  • Jumat, 23 Februari 2018 | 22:53 WIB

    Gomez dan Kutukan Pelatih Asing Persib

  • Rabu, 21 Februari 2018 | 18:03 WIB

    Istilah Kabeh Dulur Kini Hanya Terasa di Laga Away

  • Senin, 19 Februari 2018 | 18:00 WIB

    The Jakmania di Antara Anis dan Ahok

  • Senin, 5 Februari 2018 | 08:20 WIB

    Goong Nabeuh Manéh

  • Minggu, 4 Februari 2018 | 20:32 WIB

    Menimbang Keterlibatan “Mantan” Dalam Manajemen


Iklan Footer