Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB
Datang ke Bandung dengan status sebagai Headcoach di tim kaya seperti Persib tak lantas membuat Mario Gomez diberikan fasilitas yang sama seperti di klub sebelumnya tempat ia melatih, Johor Darul Takzim.

Musim 2015 menjadi tahun sukses pria berkebangsaan Argentina ini di Malaysia, dua gelar ia berikan untuk Johor Darul Takzim, Juara Liga Super Malaysia dan Piala AFC yang membuat dirinya dianugrahi sebagai Malaysian Best Coach 2015.

Disini, untuk berlatih, Persib kadang menemui kendala soal lapangan. Di musim lalu, Lapangan Lodaya menjadi tempat favorit bagi Maung Bandung berlatih, hanya sesekali saja menggunakan lapangan rumput alami di SESKOAD.

Era Gomez dimulai, pria berusia 60 tahun ini memegang prinsip Anti-Artificial Grass (Rumput Sintetis), hal itu diterangkannya ketika pertama kali memimpin Achmad Jufriyanto dan Kawan-kawan berlatih.

"Tidak suka dan tidak akan ada latihan di rumput sintetis. Mungkin satu kali bisa, tapi tidak bisa setiap hari karena bisa membuat pemain rentan cedera," begitu penegasan Gomez saat itu.

Penilaian Gomez tentang cara bermain skuad Maung Bandung adalah cenderung untuk memainkan bola-bola pendek, dari kaki ke kaki yang harus ditunjang dengan kualitas rumput lapangan yang baik.

"Lapangan masih kurang kita lihat dia (pemain) suka mainkan bola bawah tapi tidak bisa kalau tidak ada lapangan lain, di sini juga okay," ungkap Gomez. 

'Disini juga okai' adalah ungkapan self-acceptance seorang Mario Gomez yang mengeluh akan kendala ini, dan seharusnya Persib sadar akan pentingnya memiliki training ground sebagai salah satu infrastruktur yang wajib dimiliki oleh tim sepakbola. Apa kata dunia jika tim sepakbola tidak memiliki lapangan untuk tempat berlatih, masih ketergantungan dengan sarana yang dimiliki pemerintah (Baca : Proffesional), atau berganti dari lapang satu ke lapang lain (Baca : Musafir).

Hingga pada saat pemusatan latihan Persib di Kota Yogyakarta, Mario Gomez kepada Goal.com membandingkan sarana yang dimiliki klub yang dilatih sebelumnya dengan Persib.

"JDT punya fasilitas luar biasa. Mulai dari stadion, lapangan indoor, gymnasium, aula, kolam renang, dan lainnya. Mereka yang terbaik di Malaysia. Buat saya JDT sudah seperti klub Eropa," puji mantan asisten Hector Cuper di Internazionale ini.

Lalu kita bertanya balik, fasilitas apa yang dimiliki klub terbaik di Indonesia, Persib? Si Biru pabrikan Hino RN285 - New Legacy SR-2 HD Prime. 

"Sabar saja, kami sudah ada lahan seluas tujuh hektar untuk dijadikan tempat latihan tim. Tanahnya sudah ada dan akan dijadikan lapangan latihan Persib sekaligus mes untuk pemain," ungkap Umuh Muchtar, Manajer Persib, Oktober 2016, dikutip dari Bolalob.com.

"Kami klub hebat di Indonesia, sudah punya kantor sendiri di Jalan Sulanjana, Bandung. Bonus dan gaji pun tidak pernah telat. Memang untuk mes pemain sekarang lahannya masih punya Pemkot. Mudah-mudahan bisa segera mandiri," sambung Umuh.

Senada dengan sang Manajer, Bos Persib, Glenn Sugita melalui official speech-nya di acara Launching tim Persib 2017 mengutarakan keinginannya untuk membuat Persib menjadi yang terbaik di Asia.

"Manajemen telah mengeluarkan uang besar karena ingin menjadi yang terbaik dan tetap menjadi juara. Kami terus akan menambah fasilitas, setelah renovasi mes, beberapa bulan ke depan kami akan menambah fasilitas seperti ruang fitness, bus, dan memperbaiki rumput Stadion Sidolig," janji Glenn Sugita, April 2017 silam.

Alhamdulillah Wa Syukurillah, fasilitas Bus telah manajemen realisasikan, kendaraan operasional ini sangat menunjang segala aktifitas tim Persib, salah satunya adalah ketika skuad Maung Bandung berlatih setiap harinya.


FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer