Sinkronisasi Antik Manajemen, Mario Gomez dan Fernando Soler

Sinkronisasi Antik Manajemen, Mario Gomez dan Fernando Soler

Selasa, 26 Desember 2017 | 16:52 WIB
DITUNJUKNYA Mario Gomez tentunya membawa dampak positif bagi Persib, bak oase di ladang gersang, ekspektasi publik kepada pelatih terbaik Liga Malaysia 2015 ini sangatlah tinggi.

Pelatih asal Argentina ini datang ke Bandung bersama kompatriotnya, Fernando Soler untuk menjadi rekan kerjanya di lapangan bersama Herrie Setyawan, Anwar Sanusi dan Yaya Sunarya. 

Dengan berbekal segudang achievement-nya, banyak kalangan berharap jika pelatih berusia 60 tahun ini bisa memberikan angin segar ditengah merosotnya prestasi Persib selama ini, apalagi di musim terakhirnya, dengan kehedonan materi yang dimilikinya namun hanya sanggup finish di urutan ke-13 klasemen.

Gomez dituntut untuk bisa segera mengobati kesakitan Persib di musim lalu, memperbaiki kesalahan dan menambal apa yang selama ini hilang di tubuh tim. Untuk itu, Manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) pun memberikan 'Hak Istimewa' kepadanya, keleluasaan penuh membentuk tim yang diinginkannya.

Manajemen kali ini ogah campur tangan soal kebijakan rekrutmen yang akan dilakukan Mario Gomez dan akan memfasilitasi segala kebutuhannya untuk tim, termasuk kegemarannya memaikan pemain muda. "Dari daftar (pemain) yang dikasih, dia akan memperlajari itu. Nanti dia kan punya kemampuan melihat keperluan tim seperi apa. Dari tim kita seperti apa, dia maunya seperti apa. Tapi dia pasti sudah punya databse, dan dia juga sudah menyodorkan beberapa nama," dikatakan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahyono, Minggu (10/12/17) lalu.

Rabu, (13/12/17), hanya 16 pemain yang menghadiri sesi latihan pertama yang dipimpin langsung oleh Gomez, plus kehadiran 'Si Anak Hilang', Eka Ramdani menjadi surprise yang diberikan manajemen untuk Bobotoh. "Sebenernya saya hanya disuruh ikut latihan saja sama Pak Yaya dan dari manajemen juga. Dikontak 3 hari yang lalu," jelas Eka saat itu.

Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Mario Gomez yang diwakili asistennya, Fernando Soler. "Dia (Eka) pemain masih muda, kita tidak bisa berharap lebih karena pemain masih kurang, seleksi atau tidak itu datangnya dari pemain itu sendiri bukan dari kita," bebernya.

Dia, Eka Ramdani, pemain yang sempat menjadi idola Bobotoh dan digadang-gadang akan menjadi icon Persib, momen terbaiknya adalah ketika membobol gawang Persija yang dijaga Evgheni Hmaruc dari jarak 30 meter, Persib menang 3-0 atas Persija, 10 tahun silam saat pemain asal Purwakarta ini masih berusia 23 tahun.

"Ini kan baru latihan perdana, beri kesempatan Mario Gomez melihat, kan baru melihat sekali. Sebelumnya dia sudah lihat melalui video, dan rekam jejak pemain itu," kata Kuswara S Taryono, Komisaris PT. PBB keesokan harinya, Kamis (14/12/17).

16 Pemain dirasa Gomez masih jauh dari harapan untuk bisa merepresentasikan keinginannya untuk membangun tim yang kuat, pre-season adalah waktu baginya untuk memulai pekerjaannya di Persib, ini adalah periode kunci bagi dirinya untuk bekerja pada taktik dalam rangka mempersiapkan musim baru dan juga transaksi pemain di bursa transfer.

"Untuk yang masih kurang, nanti kita ketemu sama bos cari pemain lain. Kita mulai kerja sama dengan pemain lokal dulu. Kita sudah pilih 18 pemain lokal kemarin. Tapi kita belum lihat kondisi mereka, siapa yang mau ikut kerja sama-sama dengan kita" kata Gomez saat itu.

***
Sony Kurniawan, M. Ilham, Hermawan dan sederet nama lainnya permain yang pernah berurusan dengan Persib tentunya paham betul bagaimana rasanya penolakan dari Bobotoh. 

Sama halnya ketika Patrich Wanggai tiba-tiba mengkitu sesi latihan Persib, Senin (18/12/17). seperti diketahui, pemain berusia 29 tahun ini musim lalu kala Maung Bandung bentrok dengan Pesut Etam, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, seusai laga sempat memberi gesture provokatif kepada Bobotoh.

"ini dari saya (Patrich Wanggai), saya kenal dia, pernah main bersama, terus dia ada komunikasi datang," aku Soler.

Konsistensi Manajemen PT. PBB kali ini terbukti, beda cerita ketika Leo Tupamahu gagal berkostum biru di musim 2012, sentimen Bobotoh memuncak ketika rencana manajemen Persib untuk memboyong eks Persija tersebut, penolakan masif terjadi pada saat itu dan manajemen mengamini keinginan Bobotoh.

***
Persib memilih kota Yogyakarta untuk training center kali ini, 10 hari Achmad Jufriyanto dan kawan-kawan akan fokus kepada pemusatan latihan fisik, taktik, dan mental. Dua ujicoba diagendakan Mario Gomez disana, untuk melihat seberapa baik kedalaman timnya.

Mario Gomez menginginkan tim ini dihuni oleh minimal dua pemain pada posisi yang sama, perumpamaannya adalah 22 pemain akan diisi oleh pemain senior, sedangkan sisanya, 7 pemain Diklat Persib yang akan melengkapi untuk mensiasati regulasi U-23 di musim kompetisi 2018.

Lalu, kriteria pemain apa saja yang diinginkan Mario Gomez yang bisa merealisasikan filosofi permainan yang diinginkannya, "Setiap pelatih butuh pemain yang cepat dan berteknik. Tim ini tidak perlu terus menyerang karena kami juga perlu bertahan. Keseimbangan itu yang terpenting dalam membangun sebuah tim," terang Mario Gomez.

Jadi bukan tanpa alasan jika Gomez bakal mendatangkan satu bek tengah asing untuk melengkapi lini pertahanan Persib yang telah dihuni oleh Achmad Jufriyanto, Victor Igbonefo dan Wildansyah. 

Untuk lini tengah, mungkin Gomez tak akan ambil pusing, Persib mempunyai stok gelandang kelas satu, banyak opsi yang bisa dia kreasikan di lini ini, mungkin juga Gomez akan memplot Michael Essien menjadi gelandang 'Serba Bisa' seperti musim lalu dan kehadiran Eka Ramdani yang mungkin menjadi jawaban atas hilangnya sosok playmaker di tubuh Persib.

Masih kurang, Gomez menginginkan satu jatah pemain asing untuk mengisi posisi gelandang bertahan atau striker, kenapa musti striker? toh Persib selama ini memiliki kapten Timnas Chad yang selalu dieluk-elukan Bobotoh meski koleksi kartunya lebih banyak ketimbang torehan golnya. Musim lalu, Ezechiel lebih memilih untuk mapay gawir bermain kepinggir karena Persib memiliki seorang Virtuoso, Raphael Maitimo, mungkin itu yang menjadi alasan kenapa Kapten Timnas Chad ini hanya bisa menjaringkan 4 gol saja dari 14 laga yang dilewatinya.

Kedatangan Ezechiel N'Douassel di hari kedua TC Persib di Yogyakarta dibarengi dengan datangnya Airlangga Sucipto, eks Deltras Sidoarjo, gerbong Jaya Hartono yang hijrah ke Persib di musim 2008 (Namun kedatangannya kali ini tidak dengan Siswanto dan Waluyo). 

Lima tahun membela Persib mungkin Ronggo, sapaannya, rindu akan suasana Bandung dan Bobotoh, disamping faktor kedekatan dengan keluarganya.

"Sebentar lagi dia (Airlangga) datang belum tahu hari ini atau besok. Saya belum kenal dia (Airlangga), lihat saja nanti bisa berkontribusi atau tidak," ujar Soler, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (23/12/2017).

Di Bandung, kedatangan Ronggo langsung ditanggapi oleh Komisaris PT. PBB, "Airlangga termasuk yang direkomendasikan jajaran pelatih untuk ikut training, nanti kita akan pertimbangkan dan melihat perkembangannya pasca Airlangga ikut ujicoba," ucap Kuswara.

"Kita cari pemain untuk bisa berprestasi disini di Bandung, kita lihat mereka (Airlangga dan Ezechiel) punya kualitas sama," kata Soler kepada awak media keesokan harinya, Minggu (24/12/2017).

***
Segelintir cerita dari tiga pemain anyar Persib di musim ini. Seharusnya, akan lebih baik jika Manajemen dan Pelatih lebih mensinkronisasi proses rekrutmen pemain. Bukan hal yang sulit bagi keduanya melakukan briefing sebelum melemparkan opininya kepada publik, agar kedepan baik manajemen maupun pelatih bisa memberikan jawaban yang sama, 'Satu Suara', begitupun dalam menjalankan peran dan fungsinya masing-masing.

Semoga tak akan ada manuver-manuver antik dan permainan watak kali ini, belajarlah dari 'The Golden Era'.



FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer