Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

PERSIB Bandung, tim yang besar karena cacian ini tak cukup kuat mengangkat beban sulitnya musim 2017 Liga Ojegonline ini. Terakhir saya lihat di statistik website resmi Liga Ojeg Online, Persib berada di peringkat 13. 


Sungguh bukan ciri-ciri tim besar, ini posisi untuk tim medioker. Statistik mengatakan juga dari 118 shotongoal yang dimiliki Persib Bandung termasuk fenomena tragis gol Ezechiel ke gawang Andritany yang dianulir wasit Shaun Evans dari Australia. Hanya 39 yang masuk ke jaring gawang. Itupun tak semua berbuah menjadi kemenangan dan sorak sorai gembira untuk bobotoh. 

Belum selesai kesedihan kita sampai disitu, kembali melihat statistik dari website resmi Liga Ojeg Online, dari 34 total bermain Persib Bandung, mereka hanya mampu menang di sembilan pertandingan saja! 9 saudara-saudara! 10 géhenteu, watir! 

Sisanya seri sebanyak 14 kali dan kalah di 11 pertandingan. Perih. Dan si Maitimo menjadi pencetak gol terbanyak, dilanjut Billy Keraf juga Michael Essien dengan 5 gol dan Ezechiel 4 gol.
Musim ini Persib Bandung kalah oleh Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan sarat dengan kontroversial, pertandingan yang menyebalkan. 

Wasit yang menyelesaikan pertandingan secara sepihak pada menit 83, pernyataan Haji Ismed yang congkak dan sikap arogan dari Haji Umuh untuk masuk ke lapangan. Kalau tak ada rasa sayang yang besar kepada Persib rasanya malas untuk menonton sisa pertandingan persib di musim ini, baik di lapangan ataupun di layar kaca.


Kalau diulas lagi selama satu musim ini membuat bobotoh terpecah, ada tim #bobotohsantun ada juga tim #bobotohkarbitan, ada yang ingin damai dengan The Jakmania dan ada manusia antik macam lokalokitadewi, perempuan yang dijuluki “ratu viking” ini menjadi hiburan di tengah runyamnya permainan Persib Bandung, dengan rasa memilikinya yang besar terhadap Persib Bandung, dia berangkat ke Solo dan mengunggah videonya tembus ke Solo.

Tak lama setelah itu dikejar Jakmania di Solo dan bersembunyi di dalam mushola sambil menangis dan tak lupa unggah video “moal, moal, demi Allah aingmoaldamai-dilanjut dengan umpatan”. Bukannya rasa iba dan kasihan yang dia dapatkan, malah cacian dan cemoohan dari kubu bobotoh yang heran melihat tingkahnya. Kasihan.

Ketika beberapa musim yang lalu mungkin kita masih bisa berharap Persib bisa menang di kandang, musim ini rasanya untuk berharap saja sudah malas. Entah, ada yang bilang ini salah manajemen yang membuat si Persib Bandung menjadi alat dagang untuk bobotoh dan hanya memikirkan untung tanpa prestasi, belum lagi perselisihan antara manajemen Jakarta dan manajemen Bandung yang buat bobotoh ikut-ikutan lieur. 

Ada yang juga meyalahkan pemain karena bermain tidak sepenuh hati dan pastinya menyalahkan wasit yang selalu goblog di mata bobotoh dan semua suporter sepakbola Indonesia. Rasanya kita ini sudah terjangkit virus endemik untuk skeptis kepada keputusan wasit, baik lokal atau internasional. Wasit mah anggergoblog. Hehehehe.

Banyak perisitiwa yang menyedihkan musim ini, kepergian Djadjang Nurdjaman pelatih yang membawa kejayaan untuk Persib, bobotoh yang menjadi korban salah pukul dan menyebakan meninggal dunia yaitu Almarhum Ricko (Al-Fatihah untuk beliau). Lalu ada bobotoh yang menangis turun ke lapangan meminta pertanggung jawaban pemain saat Persib Bandung vs Bhayangkara FC.

Aksi unjuk rasa sambil huhujaan ke Sulanjana dan yang terakhir tadi setelah pertandingan Persib vs Perseru Serui. Sebelum keluar dari lapangan, bus Persib Bandung dihadang sekumpulan bobotoh yang berteriak kembali menagih pertanggung jawaban pemain dan pihak-pihak terkait yang menyebabkan Persib Bandung teuwalakaya musim iyeu.

Tapi banyak peristiwa yang mengharukan juga, seperti koin untuk PSSI sebagai bentuk kekecewaan bobotoh atas sanksi yang diberikan oleh PSSI, PSSI menganggap koreo #saverohingya ini mengandung unsur sara dan mengganjar denda sebesar 50 juta kepada Persib Bandung. 

Tak tinggal diam, semua bobotoh mengumpulkan koin untuk digunakan sebagai alat pembayaran sanksi. Kalau saja, manajemen PT. PBB sejalan dengan bobotoh, uang tersebut seharusnya sudah sampai di kantor PSSI untuk membayar sanksi.

Lalu ada Kim Jeffry yang menangis melihat rasa hormat bobotoh kepadanya, yang bobotoh anggap sebagai pahlawan, di dalam dan di luar lapangan. Hen-hen yang semakin hari, semakin mangprang. Deden Natsir dengan penampilannya yang memukau dan kekesalan bobotoh kepada jajaran pelatih karena tak juga memainkan Gian Zola.

Ah, terima kasih untuk semuanya Persib Bandung, musim ini kau memang menyebalkan. Tapi rasa cinta ini lebih besar dari rasa benci. Bangkit, Sib, maneh maung, lain ucing anggora. Hayu bobotoh, urang dua keun sing kajadian di musim iyeu moal kajadian deui di musim hareup.


Oleh: Ilham Saputra, “masyarakat umum” yang kebetulan menyukai Persib juga imigran dari Kota Sukabumi yang sudah tujuh tahun tinggal di Bandung.
Email: farauqiahmad@gmail.com






REVA KINARA / VPC / RED1

3 Komentar


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:16 WIB

    Uwa, Naha Persib Jadi Kieu?

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB

    Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:38 WIB

    Surat Kaleng Virtual untuk Manajemen


Iklan Footer