Persib 2017, Terburuk Sejak Dikendalikan PT PBB

Persib 2017, Terburuk Sejak Dikendalikan PT PBB

Minggu, 12 November 2017 | 18:17 WIB

PERSIB Bandung menutup kompetisi Go-Jek Liga 1 Indonesia 2017 di posisi ke-13. Kekalahan 0-2 dari Perseru Serui di laga terakhir jadi pelengkap buruknya prestasi Maung Bandung musim ini.

Padahal saat pra-musim banyak yang memfavoritkan Maung Bandung bakal bertakhta setelah menggaet dua pemain yang berpengalaman bermain di kompetisi elit dunia, Michael Essien dan Carlton Cole.

Sayangnya sosok Essien dan Cole hanya cerita masa lalu. Mereka berdua sudah melewati masa puncak karier. Jika Essien masih mending karena kontribusinya tergolong lumayan, Cole menutup karier di Persib dengan cerita tak mengenakkan. Dia didepak sebelum kontraknya habis karena minim kontribusi.

Terlepas dari semua itu pencapaian Persib di akhir musim 2017 merupakan yang terburuk sejak Maung Bandung dikelola oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) pada tahun 2009 atau jelang kompetisi ISL musim 2009/2010.

Seperti diketahui PT PBB mengambil alih pengelolaan Persib dari Pemkot Bandung pada 2009. Itu tak lepas dari larangan pemerintah terkait penggunaan APBD oleh klub sepak bola.

Pada musim pertama di bawah kendali PT PBB, Maung Bandung mengakhiri kompetisi ISL 2009/2010 di posisi 4 klasemen akhir di bawah Arema, Persipura Jayapura, dan Persiba Balikpapan.

BACA JUGA: Gagal Gaet RD, Umuh Bocorkan Kandidat Pelatih Incaran Persib

Musim berikutnya atau 2010/2011, Persib finish di urutan ke-7 dengan mengoleksi 39 poin dari 28 pertandingan. Sekadar catatan pada musim 2010/2011, tiga klub yakni Persema Malang, PSM Makassar, dan Persibo Bojonegoro memilih mundur dari kompetisi yang membuat jumlah klub peserta ISL 2010/2011 berkurang jadi 15 klub.

Di musim 2011/2012, Maung Bandung sempat berkompetisi di IPL yang diakui sebagai kompetisi resmi di Indonesia. Namun dualisme organisasi, membuat Persib menyeberang ke kubu PSSI 'Ancol' yang tetap menggulirkan kompetisi ISL dan Persib finish di posisi ke-8 klasemen akhir dengan koleksi 49 poin.

Pada musim 2012/2013, prestasi Persib yang ditangani Djadjang Nurdjaman mulai membaik meski akhirnya gagal juara setelah finish di posisi 4 di bawah Persipura, Arema dan Mitra Kukar. Tapi musim tersebut seolah jadi fondasi terbentuknya skuat ideal Maung Bandung di musim berikutnya.

Kompetisi ISL musim 2014, Persib menjalani salah satu periode terbaik sepanjang sejarah klub, sekaligus jadi musim terbaik di bawah PT PBB. Setelah finish di posisi kedua klasemen wilayah di bawah Arema, Maung Bandung kemudian melewati fase 8 besar sebagai juara grup hingga akhirnya menjadi juara usai mengandaskan Persipura di final.

Di musim 2015, Maung Bandung melakukan start yang cukup baik usai mengandaskan Semen Padang dan Pelita Bandung Raya di awal musim. Sayang kompetisi kemudian dihentikan di tengah jalan karena konflik antara PSSI dengan Kemenpora.

Setelah 2 tahun menjalani kompetisi dan turnamen tidak resmi, Persib dan seluruh klub di Indonesia akhirnya bisa kembali menikmati atmosfer pertandingan di kompetisi resmi pada tahun 2017. Sayang Persib tak mampu memenuhi harapan bobotoh.

NAZZAL RAMADHAN / VPC / RED2

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 12 November 2017 | 18:17 WIB

    Persib 2017, Terburuk Sejak Dikendalikan PT PBB

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:24 WIB

    Duel Pertahanan Terbaik, Anti Remis Remis Club!

  • Minggu, 29 Oktober 2017 | 21:03 WIB

    Ceuk Mantan, Persib Belum Pede Plus Teu Kompak!

  • Minggu, 15 Oktober 2017 | 07:43 WIB

    Inilah Perkiraan Susunan Pemain Persib dan PSM


Iklan Footer