Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

PERSIB baru medapat angin segar setelah memenangi laga melawan Mitra Kukar, walaupun hampir remis setelah sepakan Marclei Sacramento menghujam gawang  Deden menit 70. 


Setelah menunggu 20 menit gol yang di tunggu-tunggu tercipta. Gol dari the real captain kami Ahmad Jufriyanto atau yang akrab di sapa Jupe membayara lunas kesalahannya pada menit 90+1.

Gol tersebut membangkitkan gairah kami sebagai bonjovi untuk menonton Persib dan di susul gol Maitimo pada menit 90+5' yang di rasa kurang antusias. Setelah laga itu selesai dengan kemenangan, ada rasa senang setidaknya pemain Persib bisa membangkitkan mental bermain untuk laga selanjutnya yang bertakjub El-clasico dari Indonesia melawan Persija Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Pernahkah terbesit bila Manajer WHU (Umuh Muchtar) benar-benar mundur setelah musim yang kadung carut marut ini, akankah Persib mendapatkan manajer baru atau mendapatkan manajer yang sekaligus merangkap sebagai head coach?   

Mari kita telaah dengan melihat keadaan Persib jaman now. Sampai saat ini pelatih Persib tidak jelas, entah dimana, dengan siapa, sedang berbuat apa? Jiga laguna kangen band nu vokalisna jiga belokan paralon. Manager untuk musim sekarang sangat di sorot bobotoh karena kecurigaan terlalu banyak intervensi kepada pelatih serta statmentnya yang akan mundur dari Persib. Namun penggantinya harus yang tidak memiliki tujuan berpolitik dan tidak berkepentingan menjadi Walkot Bandung.

Nah berdasarkan keadaan Persib sekarang, nampaknya bisa saja merekrut manager sekaligus head coach asalkan WHU bisa merelakan jabatannya, kalo bisa diambil contoh, sebut saja Rene Alberts. Beliau di PSM bukan hanya sekedar head coach namun merangkap juga sebagai Manager.

Banyak hal yang di putuskan Rene Alberts di klub berjuluk Juku Eja tersebut, sehingga menjadikan PSM sebagai kandidat calon juara di Liga Ojek 2017, bahkan sepengetahuan penulis pada saat Piala Presiden Rene Alberts lah yang membuat kebijakan bolak-balik Makasar - Bandung di karenakan tim PSM menurut Rene Alberts belum siap mengikuti kompetisi tersebut.

Berkaca dari PSM memang kebijakan-kebijakan yang di lakukan manager sangat vital untuk klub dan sangat berpengaruh untuk mengarungi kompetisi Liga Ojek, seperti pemilihan perekrutan pemain, tempat pertandingan, tempat latihan, tempat menginap, bahkan hal sekecil apapun harus di perhatikan oleh Manajer. 

Persib memang wajib memiliki  pelatih baru namun bila memiliki manajer sekaligus pelatih bukan tidak mungkin akan lebih efisien nampaknya klub sebesar Persib memiliki manajer/headcoach untuk mengarungi musim depan. Walaupun beban memang sangat berat mengingat Persib besar dengan cacian bukan karena pujian, bukan benar begitukan? 

Dengan begitu, bobotoh tidak akan lagi mengkambing hitamkan manajer atas kekalahan Persib karena semua keputusan di kendalikan manager/head coach dan tidak ada lagi penumpang gelap di bench cadangan yang dapat berpengaruh pada permainan Persib. 

Mungkin ini hanya opini sang penulis saja dan sebagai bobotoh yang perihatin melihat keadaan Persib seperti sekarang.


twitter: @ihsanmr22
gmail: mihsanr22@gmail.com







KRIS ANDIEKA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:16 WIB

    Uwa, Naha Persib Jadi Kieu?

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB

    Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:38 WIB

    Surat Kaleng Virtual untuk Manajemen


Iklan Footer