Aku Hanya Ingin Pulang, Bertemu Persib & Menuntaskan Rindu

Aku Hanya Ingin Pulang, Bertemu Persib & Menuntaskan Rindu

Senin, 30 Oktober 2017 | 15:47 WIB

KURANG dari sepekan lagi, tepatnya Jumat 3 November 2017, mata pecinta sepakbola nasional akan tertuju ke Stadion Patriot Bekasi. Laga penuh drama tea, jadwal dan stadion bisa berubah sewaktu-waktu. 


Bukan soal pertandingannya, melainkan gengsi akan tersaji ketika Persija Jakarta menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga Anteeq.

Sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertandingan kali ini pun saya prediksi hanya panas di luar, tapi pas di lapangan b aja. Terbukti karena dalam beberapa pertemuan terakhir, potensi imbang menguat.

Sejarah panjang pertemuan kedua tim dibumbui rivalitas di antara kedua supporter yang kemudian semakin menambah “sakral” laga nanti. Memang sudah ada beberapa upaya  meredam konflik di antara kedua belah supporter agar terciptanya rivalitas yang sehat.

Gak ALAY nan LEBAY. Upaya itu rupanya hanya berlaku di genk elit saja, sementara di akar rumput gesekan masih tetap terjadi.

Ada yang merasa paling biru? Ada yang merasa paling Persib? Aku dong yang paling sayang kamu! 

Sebagai bobotoh milenial, muda, logis dan Rock'N'Roll sudah saatnya kita mendukung langkah yang sedang diupayakan kedua pemimpin Viking Persib Club, Heru Joko dan Ferry Indrasjarief, The Jakmania. 

Langkah yang mereka ambil sudah benar, karena agama akan mencatat pahala atau dosa yang sudah diwariskan di dunia.

Oke kembali ke Persib.
Match sebelumnya melawan Mitra Kukar disebut-sebut menjadi modal berharga, menambah kepercayaan diri pemain dan semangat untuk laga selanjutnya melawan tim kebanggaan ibu kota yaitu Persija Jakarta. 

Eits, Tapi jangan jemawa dulu keleus, karena Bepe dkk baru saja mempermalukan Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda dengan skor 2-1. Sama-sama memiliki semangat dan peluang untuk memenangkan laga penuh gengsi ini.

Persib tahun ini kadang bodor, kadang bodor banget. Tidak masuk di akal saya. Bagaimana bisa, Financial oke, pemain kelas bintang tapi permainan syuram. Solidaritas dan motivasi sudah jelas hilang. Pemain di lapang parasea mungkin udah gak sejalan lagi ya? *kaya kamu sama dia eh*. 

Sudah jelas salah, malah berlagak menjadi korban dengan kalimat andalan “kita belum beruntung” “wasit memimpin jelek” “pemain kelelahan” hhmmmmm lebih baik hentikan drama murahan seperti itu. 

Tagar Persib butut semakin sering kita jumpai di medsos yaaa. Tapi satu hal yang saya rasakan, #PersibButut mengajarkan kita soal jatuh cinta dan patah hati dalam satu helaan nafas, dalam satu tatapan mata dan dalam satu derai air mata. 

Ini senyata-nyatanya membuktikan dukungan kita terhadap Persib tak pernah berjarak dengan cinta. Dari Persib kita tahu caranya bertahan dalam sedih, berjalan melewati pedih dan belajar mendinginkan emosi yang mendidih. 

From all what have happened lately, pleaaassee play with heart for this match. Karena saat kalian tidak bisa bermain dengan sepenuh hati, sekuat tenaga, maka jangan pernah meminta dukungan dan pemakluman ketika kalah. Sing baleg maenna, apal pan kudu kumaha ? Karena perasaan gak dijaga undang-undang, don’t break my heart, you live there SIB.

Kata panutanquw Eyang Pram, karena kau jomblo, eh karena kau menulis, jeritanmu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh jauuuhhh di kemudian hari. Menulis adalah sebuah keberanian dan bekerja untuk keabadian. Tanpa menulis dan menyebarluaskannya, perlawanan tidak ada gunanya, tidak diketahui dunia.

Sisa gerimis, jalan macet, senja, aspal basah dan jendela kaca berembun mengiringi kata demi kata menjadi tulisan ini. Ohya satu lagi lagu Cerita Cinta dari Kahitna semakin menambah nuansa perjalanan saya pulang ke Jakarta. “kini rindu yang kupunya hanya untukmu, hanya padamu”. 

Karena sejatinya, Persib adalah alasan rindu yang tak berkesudahan. 
See you there. PERSIB ALL THE WAY!


Penulis Maya Irfandhi,  suka ngoceh di akun Twitter @mayairfandhi




FIRMAN FAUZI / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:16 WIB

    Uwa, Naha Persib Jadi Kieu?

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB

    Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:38 WIB

    Surat Kaleng Virtual untuk Manajemen


Iklan Footer