Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB
Teruntuk Manager Tim Persib
2009, jasamu sungguh besar, o, Tuan. Kau begitu heroik menyelamatkan PERSIB dengan uang mu sendiri.

Teruntuk Manager Tim Persib
2014, kau membawa PERSIB menjadi juara, o, Tuan.

Teruntuk Manager Tim Persib
2017, kau membawa PERSIB memenuhi target, LOLOS DEGRADASI, o, Tuan. Selamat.

Teruntuk Manager Tim Persib
Oktober, 2017. Kau menerima kritikan pedas dan tajam, bahkan katamu, kau menerima ucapan yang tidak bagus, O, Tuan. Kau merasa sakit hati karena dengan tudingan bobotoh yang katanya, kau selalu intervensi urusan teknis. O, Tuan, pernahkah kamu menonton ulang pertandingan PERSIB? Kamu selalu terlihat ikut jojorowokan mengomandoi pemain. Bukankah itu tugas pelatih, o, Tuan? Lalu, kamu sakit hati dengan hal tersebut? Dan berencana melaporkan balik yang menuding mu, itu? O, Tuan, jika benar demikian, kamu sungguh “menggemaskan”.

Teruntuk Manager Tim Persib
Sudahlah Pak Tua, kukira hari-harimu akan lebih menyenangkan jika kau habiskan bermain dengan cucu-cucu kesayanganmu atau dengan membantu anakmu yang akan bertarung dipilkada Sumedang sana.
Bukankah kebahagiaan seorang anak merupakan kebahagiaan orang tua juga?

Teruntuk Manager Tim Persib
Percayalah, kelak, di masa mendatang, namamu akan selalu terukir dalam bagian sejarah PERSIB, entah dengan cara yang baik atau buruk, tergantung keputusanmu sekarang.

Teruntuk seseorang yang kadang menjadi “kitman” dan kadang menjadi komisaris.
Katamu, kamu seorang praktisi hukum, bukankah seorang praktisi hukum bertugas menegakkan hukum bukannya mengakali hukum hanya untuk duduk di bench pemain?

Teruntuk seseorang yang kadang menjadi “kitman” dan kadang menjadi komisaris.
Entah atas kerendahan diri atau gila akan citra diri, sampai kamu rela menurunkan derajatmu sendiri untuk duduk di bench pemain dan disorot kamera pada saat pertandingan?
Atau kamu terinspirasi oleh cara Wiranto yang terobsesi menjadi presiden dan berpura-pura menjadi tukang becak? Hmmmmm.

Teruntuk manajemen PT PBB yang ngaku-ngaku profesional
Tahukah kalian jika PERSIB mempunyai arti yang lebih dari hanya sekedar sebuah tim sepakbola?

Tahukah kalian jika HARGA DIRI dan PRESTASI lebih penting daripada BATI?
Tahukah kalian jika bobotoh rela mengorbankan waktu, uang, keluarga, hanya untuk menonton
PERSIB?

Tahukah kalian jika sebagian bobotoh rela mentato dirinya dengan logo PERSIB?
Tahukah kalian bagi sebagian bobotoh rela mengorbankan nyawa hanya untuk mendukung PERSIB? O, Tuan managemen PT PBB yang ngaku-ngaku professional, kuharap kalian mengerti. Bagi kami, PERSIB bukan hanya sebuah tim, lebih dari itu, “Tuanku, bagi kami, sepakbola adalah representasi kehidupan. Ia bukan sekadar olahraga, tapi merupakan "Ayat Kauniyah" yang sengaja Tuhan turunkan untuk dikaji secara mendalam. Sungguh ia telah mengajarkan arti kerja sama, kemesraan serta perjuangan. Ia memberikan dimensi yang berbeda untuk kami atas pemahaman hidup; Sebuah penggambaran kehidupan yang tidak rata, kadang naik, kadang turun, kadang tidak jelas.” Munandar Harits Wicaksono. Sekali lagi, kuharap kalian mampu memahami dan mencerna dengan jelas.

Teruntuk manajemen PT PBB yang ngaku-ngaku profesional
Bukankah lebih elegan jika kalian duduk di kursi VIP melego calon sponsor dan menjalankan tabiat kalian yang selalu menjadikan bobotoh hanya sebagai angka dan statistik?

Dan teruntuk bobotoh
Tetaplah menjadi kritis. Tetaplah menjaga nalar, melihat mana yang baik dan buruk. Tetaplah menjadi yang terbaik. Panjang umur, Perlawanan!


Penulis bisa ditemui diakun @muqodimahra







FIRMAN FAUZI / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer