Mantan Sentil Peran Vital Kapten Tim Dalam Kondisi Terpuruk Saat Ini

Mantan Sentil Peran Vital Kapten Tim Dalam Kondisi Terpuruk Saat Ini

Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:26 WIB
SIAPA Yang tak kenal dengan Patricio Jimenez, mantan pilar Persib di lini belakang musim 2006/2007 ini mengomentari chaos-nya keadaan tim Maung Bandung saat ini.

Alih-alih memboyong Marquee Player untuk mendongkrak prestasi Persib, yang ada Persib justru kehilangan sosok Djajang Nurjaman ditengah kompetisi, lalu digantikan oleh caretaker, dimana asistennya, Herrie Setyawan secara aklamasi didaulat menjadi pelatih sebelum Persib merekrut Emral Abus karena persyaratan regulasi liga. Hingga memasuki pekan ke-32 masih terseok-seok di papan tengah Go-Jek Liga 1. Bagi pria yang dikenal karena aksi menutup mata ketika mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Persijap Jepara, menilai jika situasi saat ini, Atep dan kawan-kawan mendapatkan tekanan yang besar dan dituntut untuk lebih berprestasi.

"Siapapun yang datang kesini (Persib), sebagai pelatih baru, suasana tidak akan berubah. Karena pelatih baru tidak menggambarkan visi, pola permainan, dan latihan seperti apa, dengan cara apa, karena dia tidak punya waktu untuk melakukan perubahan," terang Pato, sapaannya ketika ditemui VIKINGPERSIB.CO.ID minggu lalu.

Dalam kondisi seperti ini, Pato menilai jika sosok kapten tim adalah figur yang paling penting untuk menjadi penghubung para pemain kepada pelatih dan manajemen. "Sekarang semua ada di tangan kapten tim, dia harus bangunkan tim, meminta maaf kepada Bobotoh karena prestasi Persib selama ini," tambahnya.

Pemain kelahiran Linares, Chile, ini sedikit flashback di musim 2007 ketika Persib harus merelakan kepergian Nyeck Nyobe yang dipinjamkan ke Persela Lamongan oleh pelatih saat itu, Arcan Iurie. 
"Dulu ada pernah konflik suporter dengan pengnurus waktu Nyeck dipindahkan di putaran kedua ke Lamongan, tapi bukan konflik dengan pemain, Herru Joko dan Ayi Beutik mereka selalu suport kita, sangat indah sekali waktu itu," aku Pato.

Pato menceritakan jika saat itu di putaran kedua, kondisi Persib sedang mengalami keterpurukan, setelah menjadi raja di putaran pertama. "Kita rapat di satu kamar, ayo kita main seperti ini, kita punya target seperti ini itu, dukungan Bobotoh luar biasa. Pertama pemain harus tahu dimana mereka berada, mereka bukan bermain di Persikad Depok, bukan di PSPS Pekanbaru, ini Persib tim yang besar, disini ada sejarah," bebernya.

Hal seperti diatas menurut pria yang telah menjadi Mualaf sejak tahun 2004 ini adalah vital, dan kapten tim harus mempunyai sikap yang bisa menjadi penghubung tim di dalam maupun luar lapangan.
"Tapi kalau kapten cuma dikamar, ikut latihan, main cuma pake ban kapten itu gak ada gunanya," sambil tertawa Pato menutup perbincangan.



FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 12 November 2017 | 18:17 WIB

    Persib 2017, Terburuk Sejak Dikendalikan PT PBB

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:24 WIB

    Duel Pertahanan Terbaik, Anti Remis Remis Club!

  • Minggu, 29 Oktober 2017 | 21:03 WIB

    Ceuk Mantan, Persib Belum Pede Plus Teu Kompak!

  • Minggu, 15 Oktober 2017 | 07:43 WIB

    Inilah Perkiraan Susunan Pemain Persib dan PSM


Iklan Footer