Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB
Persib... 
Apapun tentang mu akan selalu di sorot...
Apapun tentang mu akan banyak yang merespon...

Juara, menang, kalah, seri dan pertandingan persahabatan sekalipun semua tentang Persib bisa saja selalu menjadi bahasan di keseharian kita, karena mendukung Persib bagi bobotoh adalah tentang mencintai sepenuh hati.

Peran bobotoh tiap waktu tak pernah terganti, loyalitas bobotoh semakin hari semakin menjadi, bahkan baru-baru ini ada jargon "Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib sampai Habis Kontrak". 

Saya rasa tidak berlebihan kalimat itu, kalian yang di bayar untuk membela Persib, kami yang memberikan kontribusi untuk kalian bisa di gaji!!

Tapi seperti kata sang panglima "Jika menghitung untung rugi maka dukungan kita tak akan murni lagi". Kami mengkritisi bukan karena rugi telah membayar tiket, kami mengkritisi hanya karena kami cinta.

Kami bukan tidak bisa menerima saat permainan Persib sedang tidak bagus, kami mengkritisi untuk juga memotivasi. Jika ada caci maki dari kami percayalah itu bukan karena kami benci, 
lihatlah beberapa waktu lalu saat Liga Indonesia belum seperti sekarag ini. Saat Persib masih bermarkas di Stadion Ssiliwangi. Apa dukungan itu hanya sebatas bernyanyi dan minta selfie...

Disana kalian akan melihat kami meneriaki, mencaci maki pemain yang tidak bermain sepenuh hati, bahkan disana kalian bisa melihat kami berkelahi ataupun di pukuli karena tingkah laku kami. 

Kami rela melakukan banyak hal hanya demi Persib lebih baik lagi. bila kalian pemain dan management belum ada saat era itu, maka silahkan cari tahu tentang seperti apa budaya mendukung sepakbola di Bandung dan tentang apa itu Persib.

Saat ini, saat Persib di sebut Golden Era, saat ini Persib berhasil mendatangkan pemain kelas dunia, saat ini tiket pertandingan semakin hari kadang semakin susah di cari, saat ini Persib tidak berada di peringkat klasmen yang tidak semestinya, apa kami harus duduk diam?

Apa kami harus tetap hanya bernyanyi dan hanya meminta selfi? Peran supporter atau peran bobotoh bukan sampai situ!

Bobotoh santun entah dari mana kalimat itu tersematkan, pengartian santun disini pun jauh dari arti yang sebenarnya, bila santun disini di keluarkan adalah hanya untuk menolak di kritisi. Bila santun disini adalah hanya menolak untuk di ingatkan menjadi lebih baik, maka benar kalian hanya mencari bati (untung) untuk Persib. Kalian bukan Ada untuk Persib karena memang mencintai.  

Saat ini, tak di pungkiri memang bahwa Persib mempunyai daya jual tinggi. Semua bahkan berlomba mendulang rupiah atas nama Persib, management, sponsor, bahkan suporter dan individu lain pun banyak yang mendapatkan rezeki dari Persib Bandung, dalam bisnis itu bukan sesuatu yang salah.

Nilai jual dan konsumsi banyak pihak jelas akan menguntungkan, tapi dalam sepakbola yang di sini saya tentunya sebagai suporter Persib Bandung tuntutan bobotoh adalah jelas terhadap management, hanya ingin Persib kembali bangkit dan kembali ke Jalur juara, dan management juga hendaknya bisa menerima apa yang menjadi suara dari kami sebagai supporter, karena kami hadir memang untuk menyemangati Persib.

Kami bukan hadir untuk sekedar bisa dekat dengan management dan seolah tidak peduli dengan kondisi yang terjadi dengan Persib saat ini.

Rindu juara?  Pernah terbayar oleh juara di palembang dan jakarta. 

Rindu panglima? Sampai kapanpun bobotoh takan pernah menemui pemimpin yang mencintai Persib dengan segala emosinya seperti Almarhum Ayi Beutik, berani mengambil sikap terhadap management, official dan pelatih, yang dirasa salah.


*Mohon maaf bila tulisan jauh dari kata sempurna, mohon maaf bila tulisan jauh dari penyampaian yg sempurna jg, saya hanya Bobotoh di Bogor yang Merindukan Persib kembali Bangkit merebut Juara 
twitter : @prideofwin

FIRMAN FAUZI / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:16 WIB

    Uwa, Naha Persib Jadi Kieu?

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB

    Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:38 WIB

    Surat Kaleng Virtual untuk Manajemen


Iklan Footer