Talisman dan Takdir yang Diubahnya

Talisman dan Takdir yang Diubahnya

Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:45 WIB
TALISMAN ibarat gem, adalah jimat, adalah pengharapan, spotlight dari 45x2 permainan 11x11, dalam skala Pepersiban pernah tampil dalam wujud Adjat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, atau mungkin yang terakhir (Real) El Capitan Utina.

Kita tidak membicarakan sosok Goal Getter atau Lo spirito, tapi 1 permutasi 10 lainnya. Jujurlah tim ini tidak pernah akan MEET EXPECTATION antara proses dan hasil ketika menukar kebutuhan sosok pengubah takdir dengan Maung jadi-jadian. 

Setali tiga uang ketika mesin mewah berlabel makalele dikorbankan untuk chrome emas berpelat Beckham di dunia Galacticos. Komposisi pemain tiap pekan seharusnya memberi mahfum untuk kita bahwa paling mungkin gol akan datang hanya dari situasional set piece atau lucky second ball. 

Ah persetan gol apapun rupanya akan tetap bernama gol, tapi menyajikan sebuah konsep permainan secara utuh pun seharusnya menjadi pekerjaan bagi para profesional sebagai manifestasi sebuah tim. 

Kita berharap, kembali pada masa dimana sosok Experienced Midfielder yang ada dalam diri seorang Firman Utina mengangkat kualitas dengan kadar kepemimpinan yang dia distribusikan ke tiap lini untuk membuat keluarnya seluruh potensi, dan kepada pundaknya kita percayakan bahwa arah permainan akan muncul bahkan dari titik terlemah sebuah tim sekalipun.

Permainan sayap jaman now tidak pernah sama sekalipun kita saat ini memiliki seorang legendary winger dan satu sayap yang "konon" berbanderol termahal dijenjang usianya, dan apa yang (masih) anda harapkan dari sebuah sport car yang anda tahu hanya terdengar raung knalpotnya saja dan berak di mesin?

Pada akhirnya, kita hanya menilai dan coba menghargai sebuah semangat kerja dari individu-individu medioker, dan percayalah semangat adalah objek paling akhir yang dapat dinilai ketika sebuah harapan akan kualitas tidak pernah hadir.

*Meet the expectation bagi saya adalah ketika sebagai leader saya dapat fokus menjalankan misi perang bukan membagi fokus antara misi perang dan aktifitas remeh temeh seperti jadi selebritas medsos mungkin.


Korespondensi fachri.shafar@gmail.com



REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:16 WIB

    Uwa, Naha Persib Jadi Kieu?

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:09 WIB

    Kami Persib Sampai Mati, Anda Persib Sampai Habis Kontrak

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:38 WIB

    Surat Kaleng Virtual untuk Manajemen


Iklan Footer