Analisis Jim Beklen & Waduk: Dari Koin Terlantar, Persib Hingga Liga 1

Analisis Jim Beklen & Waduk: Dari Koin Terlantar, Persib Hingga Liga 1

Kamis, 5 Oktober 2017 | 10:47 WIB
KEMILAU emasnya meredup bak lilin babi ngepet ketiup angin jigong. Kepentingan terselubung membius sadar akal sehat, menutupinya dengan taburan biji wijen.

Pengamat bola tajong, Jim Beklen memberikan pandangannya. "Sulit memang, mengamati apa yang terjadi di tubuh Persib. Tidak cukup hanya datang ke stadion, nonton latihan, me-meli produk sponsor. Banyak sengkuni ahli drama namun tak kunjung dapat Piala Oscar yang tidak bisa ditebak peran maupun raut wajah penuh peluhnya."

Lanjut Jim, "Anda lihat kan, sedekah massal untuk PSSI yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Bobotoh sa-Bima Galaksi-eun? Kalau anda jeli, itu bentuk kegagalan Persib mengapresiasi bukti kecintaan bobotoh terhadapnya." gerutu Jim Beklen karena kewuknya saat udunan teu kahaja ka asupkeun tong yang saat ini masih ngejokrok terlantar tak terindahkan di kantor PT Papah Butuh Bati.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, kabar 'tong' yang ditelantarkan ini telah sampai ke telinga Wa Dukun (WADUK, red). Dari hasil puruluk kemenyan dan bantuan semburan mineral water cannon dari pemadam kebakaran, WADUK mengatakan ada unsur kesengajaan terhadap pembiaran tong ini. 

Tak berbeda dengan rumah yang menurut kids jaman harita kalau ditinggalkan tiga hari bakal ditempati jin, hal yang sama pun kemungkinan bisa terjadi jika sebuah tong bernasib seperti rumah itu. Banyak penggiat supranatural mengatakan, jika tong sudah diisi jin, opsi yang kita punya ada dua, yaitu keuntungan atau kerugian.

Ditenjo dari sisi keuntungan, katakanlah jinnya seperti yang di iklan atau sinetron. Tinggal digosok tongnya, kaluar jin yang akan mengabulkan permintaan pun menjadi teman pesugihan. Tentunya momen ini akan dimanfaatkan dengan baik entah itu menggandakan isi tongnya ataupun ide-ide jenius lainnya. Ini yang menjadi faktor kuat pembiaran terhadap tong  tersebut. 

Diintip tenjo lewat kelek (INTELEK,red) dari sisi kerugian, katakanlah anu pucunghul pek teh Jin Iprit yang nyamar jadi tuyul tapi make skinny jeans obralan Cimol. Akan jadi kerugian besar koin berjumlah puluhan jetrek tiba-tiba dipake balanja calana anyar ku tuyul. Hasil kepedulian Bobotoh pastinya menjadi sia-sia.

Kisruh yang hinggap tidak hanya persoalan 'tong'. Sesuai tema perhelatan liga yang bergulir saat ini, Liga 1 Narik Ojek bari travelling. Berdasarkan ilmu cucokmologi tingkat tinggi, narik ojek biasanya pake motor.

Hal yang harus diperhatikan ketika menunggangi kuda besi ini, yang terpenting adalah keseimbangan, seimbang. Dalam hal ini, literally Persib sudah sedikit berhasil dengan hasil pertandingannya belakangan ini. Membagi poin secara imbang.

Tetapi, para tokoh filsafat berkata sebaliknya. Salah satu tokoh filsafat Yunani abad 7 masehi yang berhasil kami wawancarai di tempat peristirahatan terakhirnya, beliau mengatakan Persib belum berhasil tapi tidak bisa dikatakan gila. Hanya mungkin antara prestasi dan beban bati tidak seimbang.

Ketika sedang asik mewawancarai tulang belulang filsafat Yunani, tiba-tiba Jim Beklen menghampiri kami yang saat itu datang menunggangi hulu ledak nuklir Kim Jong Un dan berujar "Ini persoalan perspektif, dari tendangan sudut mana kita menilainya. Jika perspektif akan cinta menurut Persib tidak bisa mengimbangi perspektif cinta menurut Bobotoh. Untuk kesekian kalinya Bobotoh lagi-lagi akan tersakiti, sad."

Bertubi-tubi Persib menggempur Bobotoh dengan kekecewaan. Mungkin kemenangan terbesar Persib di musim ini melawan Bobotohnya sendiri, sampai skornya pun urang teu nyaho geus sabaraha kosong.


Salam, lain sasaha yang saukur melihat Persib dari jauh
Email: muhammadzaky.rasyidi@yahoo.com






REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer