Penjajahan dari PT Pejabat Berburu Bati (PBB)

Penjajahan dari PT Pejabat Berburu Bati (PBB)

Selasa, 3 Oktober 2017 | 18:57 WIB
PERSIB Bandung. Perbincangan yang tidak akan ada habisnya dari masa ke masa. Selalu memunculkan polemik yang kerap menimbulkan pro dan kontra.

Terkini adalah kepengurusan PT Persib Bandung Bermartabat atau yang kita kenal PT PBB, begitu banyak keputusan-keputusan dari para petingginya yang di nilai sangat minor. Mengapa tidak? Dari beberapa masalah yang muncul, itu bersumber dari PT PBB.

Jika kita flashback beberapa waktu yang lalu terkait perjuangan dan tanggung jawab Bobotoh untuk memenuhi denda yang di jatuhkan oleh Komdis P$$I dengan cara mengumpulkan koin, itu merupakan langkah yang kongkrit dan wajib diapresiasi PT PBB.

Dengan begitu, Bobotoh bertanggung jawab penuh dan tidak ingin membebani klub kesayangannya yaitu Persib Bandung untuk membayar denda tersebut, tapi perjuangan dan pengorbanan seluruh Bobotoh itu seolah sia-sia karena adanya keputusan dari para petinggi PT PBB. 

PT PBB yang tidak ingin membayarkan uang berbentuk koin itu kepada P$$I, padahal jika kita menilik pada pemikiran yang logis, apa bedanya uang koin dengan uang kertas? Toh sama-sama nilai rupiah & nominal dari uang koin itu pun sudah penuh untuk membayar denda.

Entah setan apa yang merasuki para petinggi PT PBB, sehingga mereka tidak bisa menghargai usaha yang dilakukan oleh Bobotoh, atau bisa jadi banyak mafia-mafia yang bersembunyi di balik nama besar PERSIB sehingga ingin memanfaatkan dari berbagai aspek.

Terlepas dari perihal tersebut, kita semua tau bahwa musim ini PERSIB mempunyai titel “The Golden Era”, tapi sampai pertengahan putaran kedua Liga Ojek Online ini, sangat tidak pantas diberi tittle “The Golden Era”.

Coba kalian (Para Petinggi PT PBB) pikir ku uteuk kalian, apa pantas tim sekelas PERSIB yang sangat berlimpah finansial, bertabur sponsor, berkualitas fasilitas ada di papan tengah klasemen? “The Golden Era” itu harus punya pencapaian prestasi yang menonjol, bukan pencapaian prestasi yang jendol!

Untuk sekarang tanpa mengurangi rasa hormat, tittle yang pantas bukan “The Golden Era” tapi “Era Tataian”. Jika kalian berkuasa pada bati, maka kami Bobotoh berdaulat pada kebanggaan & harga diri! Uang bukan segalanya bagi kami, tapi prestasi lebih menjadi prioritas untuk kami.

Kalian seolah ingin merusak reputasi PERSIB dengan kebodohan-kebodohan dan kegoblogan di balik dasi kalian, jika kalian lebih mencintai bati daripada sejarah PERSIB, lebih baik kalian pergi dan tinggalkan jabatan dari kepengurusan PT PBB yang menaungi PERSIB.

PT PBB sekarang bukan PT Persib Bandung Bermartabat tapi PT PBB adalah PT Pejabat Berburu Bati. Sekian dan terima kasih, saya hanya orang bodoh yang mencintai PERSIB beserta Sejarahnya!

Penulis, UDIN DETTOL, Biasa Gentayangan di Akun Twitter @DivisiHereuy.







REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer