Bagaimana Mau Banding, Memberikan Koin Bobotoh Pun Kalian Tak Berani

Bagaimana Mau Banding, Memberikan Koin Bobotoh Pun Kalian Tak Berani

Senin, 2 Oktober 2017 | 18:37 WIB
Bukan kali ini saja Persib dicurangi sang pengadil lapangan, dibeberapa laga kemarinpun persib sangat merasakan dicurangi oleh wasit.

Yang pertama adalah ketika Persib melakukan laga tandang ke Pulau Madura, tepatnya melawan tim kesebelasan Madura United dalam lanjutan Go-Jek liga 1 ini, laga yang dipimpin oleh wasit Kusni itu banyak insiden krusial terjadi disana dimulai dari penalti ghaib hingga goal Maitimo yang dianulir.

Dan yang kemarin adalah laga yang cukup krusial juga, dimana dan lagi-lagi Persib kembali dicurangi wasit. Pertandingan yang kala itu di pimpin wasit asal Sleman, Agus Fauzan Arifin banyak keputusan kontroversial, dimulai dari yang harusnya penalti hingga dikeluarkannya Febri Haryadi.

Disini saya tidak akan terlalu banyak berbicara mengenai kepemimpinan wasit di Liga Indonesia, toh maupun mengambil wasit asal luar negeri pun tetap saja banyak tim-tim yang dirugikan oleh keputusannya, disini peran PSSI harus terlihat, sangat buruk sekali wasit disini. Banyak penyuapan secara diam diam hingga hukuman dari Komdis pun dirasa tidak membuat mereka kapok.

Terus mau sampai kapan liga kita dipimpin oleh wasit yang tidak bermutu? Saya pernah membaca artikel mengenai wasit disalah satu website sepakbola di Indonesia, lupa lagi saya namanya. Namun disana tertulis sebuah kalimat "Wasit di Indonesia itu penakut, berpihak kepada tuan rumah bakalan diserang tim tamu, begitupun sebaliknya bahkan lebih gila dipukulin manajemen hingga supporter" begitulah kalimatnya.
Sungguh hal miris, ketika wasit yang diplot sebagai pengadil lapangan,tegas malah harus takut untuk mempimpin sebuah pertandingan sehingga laga yang mereka pimpin banyak kejadian kejadian krusial.

Ya beginilah, jika federasi sepakbola negeri kita sudah hancur,bobrok dan berpolitik. Maka semuanya akan berasa tidak beres, jikalau para petinggi PSSI semua adalah orang orang yang paham akan persepakbolaan di negeri ini mungkin semua akan lain. Bukan malah dipakai sebagai batu loncatan untuk berpolitik apalagi mencalonkan diri sebagai pemimpin disuatu daerah dengan menjadikan klub itu sebagai alat politiknya.

Untuk Persib sendiri, apakah kalian tidak bisa membeli wasit untuk satu pertandingan saja? Bukankah orang orang didalam adalah yang punya PSSI seperti Glen Sugita dan lain lain?, kami bukan menyuruh kalian untuk bermain licik, tapi ya kalian harus mikir buat kemajuan tim. Kalaupun kalian tidak mampu membayar wasit, lakukan hal yang terkecil. Semisal mengajukan banding dan menggugat para pengadil lapangan yang bermasalah, oh apakah kalian tidak berani mengajukan banding? Bagaimana mau berani mengajukan banding, memberikan koin dari bobotoh pun kalian tidak berani dengan alasan tidak praktis.

Ya seperti beginilah, kalau orang orang ditubuh manajemen hanya memikirkan profit,uang,bisnis. Hingga mengesampingkan prestasi.
TEU WASIT
TEU PSSI
TEU MANAJEMEN
KABEH G*BL*G

Good bye Persib, semakin pantas kalian kami bilang tim MEDIOKER !!!!

Penulis, Ifran Nur Muhammad.

FIRMAN FAUZI / VPC / RED3

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:51 WIB

    Menagih Janji 'Fasilitas' Bos Glenn Sugita

  • Senin, 13 November 2017 | 08:40 WIB

    Bangkit Sib! Maneh Maung Lain Ucing Anggora

  • Minggu, 12 November 2017 | 02:24 WIB

    Sabda Rindu Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto dan Kita

  • Rabu, 1 November 2017 | 10:50 WIB

    Andai WHU Mundur Sebagai Manajer

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:52 WIB

    Surat Terbuka untuk Manajemen Persib


Iklan Footer