Keputusan Djanur Bikin Bek Persib Ini Terpukul

Keputusan Djanur Bikin Bek Persib Ini Terpukul

Minggu, 16 Juli 2017 | 19:23 WIB

KEPUTUSAN Djadjang Nurdjaman mundur dari kursi pelatih Persib Bandung belum sepenuhnya membuat Supardi Nasir percaya. Dia mengaku kaget dan terpukul oleh sikap mentornya.

Djanur memutuskan mundur setelah Maung Bandung dikalahkan Mitra Kukar 1-2 pada laga pekan ke-15 kompetisi Go-Jek Liga 1 2017 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu (15/7/2017) malam. Supardi tidak menduga Djanur langsung membuat keputusan itu.

"Saya sedih dan berat dengan keputusan pelatih, termasuk teman-teman yang lain karena kami sudah dekat sekali dengan Pak Djanur dan kami sudah merasakan bagaimana juara, juga merasakan kebersamaan yang kuat," ucap Supardi di mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Minggu (16/7/2017), dilansir Bola.com.

Supardi merasa tak percaya karena harus berpisah dengan Djanur di tengah kompetisi dan dalam kondisi tim terpuruk seperti saat ini. Sebelumnya dia mengira Djanur bisa mengakhiri kebersamaan dengan Persib maupun dirinya dalam keadaan tim sedang berbahagia.

"Atau setidaknya sampai kompetisi selesai tetapi di tengah jalan seperti ini semua pemain merasakan berat melepas, tapi satu sisi kami tidak bisa memaksa Pak Djadjang bertahan karena keputusan ada di manajemen, termasuk keluarga Pak Djadjang pun saya lihat sudah tidak tahan," kata Supardi.

Pemain bernomor punggung 22 menyatakan, Djanur merupakan pelatih yang pengertian dengan keadaan pemain. Bahkan semua pemain sangat dekat dengan pelatih berusia 59 tahun itu.

"Selain pelatih, dia sudah seperti orang tua kami, sahabat, dan bisa diajak bicara banyak. Kami tidak sungkan kalau bercanda setelah latihan atau lagi makan bersama. Solidaritasnya pun sangat tinggi. Itu yang mengesankan dari sosok beliau," papar Supardi.

Supardi memahami dengan kondisi Djanur yang mendapat tekanan besar dari sebagian bobotoh. Sayangnya, kritikan yang dilontarkan oknum bobotoh itu kata dia sudah keluar dari trek terhadap peran sebagai pelatih.

"Kami tahu bagaimana besarnya tekanan di Persib, tapi kalau kritikan sudah sampai ke masalah ibadah dan pribadinya, sudah pasti akan terasa sakit, apalagi keluarga Pak Djadjang, karena itu saya berharap kritikan bobotoh ke depan jangan keluar dari koridor dan tidak kasar," papar Supardi.

Terlebih harapan yang tinggi dari bobotoh sangat dimengerti oleh semua pemain. Apalagi, lanjut Supardi, Persib merupakan juara bertahan kompetisi tertinggi. Namun, dalam keadaan seperti saat ini, seharusnya bisa dipahami. Pasalnya, striker Persib yang diandalkan sedang bermasalah.

"Sekarang Sergio sakit, Cole dan Tantan juga. Ada Shohei tapi dia bukan tipe striker. Kami butuh seorang striker yang bisa pegang bola. Itu merupakan faktor keadaan tim sekarang. Mudah-mudahan Persib kami semakin solid," pungkasnya.

Persib Aing: Sanksi Komdis untuk Persib

NAZZAL RAMADHAN / VPC / RED2

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 September 2017 | 19:18 WIB

    Pertahanan Bali United Bikin Bow Tak Ada dalam Permainan

  • Kamis, 21 September 2017 | 19:01 WIB

    Ini Kejadian yang Bikin Emral Soroti Kinerja Wasit

  • Kamis, 21 September 2017 | 18:54 WIB

    Persib Terlihat Kurang Gairah, Tapi Emral Berkata Lain

  • Kamis, 21 September 2017 | 18:41 WIB

    Ezechiel Terjerat Sanksi Saat Persib Hadapi Bhayangkara FC

  • Kamis, 21 September 2017 | 17:08 WIB

    FT: Duel Dua Sahabat Berakhir 'Bersahabat'

  • Kamis, 21 September 2017 | 16:04 WIB

    HT: Duel Persib vs Bali United Berlangsung Lesu

  • Kamis, 21 September 2017 | 14:42 WIB

    Ini Susunan Pemain Persib Hadapi Bali United

  • Kamis, 21 September 2017 | 10:50 WIB

    Fluktuasi Pemain dan Ball Possesion Ala Emral Abus

  • Rabu, 20 September 2017 | 22:59 WIB

    Ini Bahayanya Jika Persib Terlalu Fokus kepada Comvalius


Iklan Footer