Setuju Dengan Regulasinya, Bukan Caranya!

Setuju Dengan Regulasinya, Bukan Caranya!

Sabtu, 1 Juli 2017 | 11:23 WIB
. Foto: Net

KAMIS, 29 Juni 2017, PT. LIB & PSSImengubah sekaligus mengumumkan regulasi baru di tengah jalan mengenai pemainU23. Isi dari pengumuman tersebut yaitu “menangguhkan sementara regulasimemainkan pemain U23 hingga 30 Agustus 2017 karena alasan tidak meratanyapemain muda yang dipanggil ke TimNas”.

 

Seketika social media saya berlambangkan burung berwarna biru muda penuhdengan perbincangan berita tersebut. Pro dan kontra bermunculan dari kalanganpengurus klub maupun suporter yang ikut mencuitkan komentarnya di social media tersebut. Saya sendirisebagai penggemar PERSIB seketika merasa tidak nyaman ketika PERSIB disebut sebagaidalang dari ditangguhkannya regulasi tersebut. Mulai dari salah satu pengurusyang terang-terangan menyatakan bahwa regulasi tersebut untuk membantu salahsatu klub, hingga bermunculan #LigaAingKumahaAing.

 

“Penyerangan” terhadap PERSIB bukantanpa alasan! Adanya bos besar GTS dan RAW sebagai pengurus PT.LIB adalah salahsatu faktornya. Diperkuat lagi dengan pernyataan-pernyataan Djadjang Nurdjamanbeberapa waktu lalu yang mengeluh dengan adanya regulasi pemain muda ini.Sebenarnya bukan PERSIB saja yang senang dengan regulasi sementara ini, klubbiru timur dan klub pulau wisata turut senang dengan adanya kabar tersebutkarena memang mereka turut menyumbangkan pemainnya ke Timnas.

 

Jika kalian menyalahkan PERSIB saja,coba kalian ingat juga bagaimana sebuah klub yang mengelabuhi PSSI dengan cara pemainnyapura-pura cedera saat dipanggil pemusatan latihan oleh Timnas namun masihbertanding diwaktu bersamaan. Hal ini seolah-olah menjadikan bahwa regulasimemainkan pemain U23 belum sepenuhnya dapat diterima dengan baik oleh seluruhpeserta Liga 1.

           

Sebenarnyasaya sangat setuju denganregulasi sementara tersebut (kalo bisa dihilangkan sekalian). Adanya pemusatan latihanTimNas Indonesia untuk ajang Sea Games merupakan salah satu alasan saya. Bisadilihat bila pemain muda andalan sebuah klub dipanggil TimNas, tentu bisa absenmembela 1 hingga 2 pertandingan dan pelatih harus memutar otak untuk mencaripengganti dengan kualitas yang sepadan.

 

Hasilnya permainan berjalan sesuai yangdiharapkan. Selain itu klub yang pemain mudanya dipanggil Timnas tentu harus mengontraklebih banyak pemain muda dibandingkan klub yang pemain mudanya tidak dipanggil.Efeknya pemain muda tambahan tersebut “hanya untuk bersiaga saja” bila pemainmuda andalan dipanggil Timnas.Dampak buruknya setelah pemain muda andalankembali, pemain muda tambahan menjadi “menganggur”. Ya Menganggur! Akhir kata,saya ingin kalian Ingat! Saya setuju dengan regulasinya!


Bukan dengan perubahannya di tengahjalan yang menyebabkan PERSIB BANDUNG saat ini menjadi public enemy. Namun bila regulasi sementara inimemang lebih menguntungkan, sebaiknya hilangkan saja! Karena pemain muda akanberkembang sesuai dengan kemampuan aslinya, bukan karena regulasinya.

 

Penulis adalah seorang Bobotoh dari Kota Udang Sidoarjo yang merantau kuliah di Kota Kembang Bandung. Bisa berteman dengan saya di Twitter @muhammaddefryan dan IG ryandefryan.

           

 

REVA KINARA / VPC / RED1

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 05:10 WIB

    Hatur nuhun, Coach Djanur!

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 00:38 WIB

    Lelucon Bernama Persib

  • Selasa, 11 Juli 2017 | 22:38 WIB

    Bobotoh Sebagai Scouting Pemain

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 13:21 WIB

    Antara Djanur dan Ranieri

  • Senin, 19 Juni 2017 | 19:26 WIB

    It’s Time To Say Goodbye, Coach..

  • Senin, 19 Juni 2017 | 07:00 WIB

    Terjebak dalam Romantisme Masa Lalu

  • Senin, 19 Juni 2017 | 05:00 WIB

    Apakah Harus Menunggu 19 Tahun Lagi untuk Juara?

  • Senin, 19 Juni 2017 | 00:55 WIB

    Biarkan Saya Bobotoh Belegug Mengkritik


Iklan Footer