Dampak Longsor Lembang, Tantan Pasrah Tempat Usahanya Tutup

Tantan memamerkan menu makanan Waroeng Tantan 82.

Tantan memamerkan menu makanan Waroeng Tantan 82.

KESEDIHAN tampak di wajah penyerangan Persib Bandung, Tantan, setelah mendengar kabar musibah longsor yang terjadi di kampung halamannya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Longsor yang memakan empat korban jiwa ini rupanya terjadi tak jauh dari kediamannya yang hanya sekitar 600 meter.

Longsor terjadi hingga tiga kali, sehingga material longsor menutup semua badan jalan. Polisi pun harus menutup arus lalu lintas.

Tak hanya itu, usaha rumah makan yang dirintis Tantan harus tutup. Itu setelah akses jalan menuju ‘Waroeng Tantan’ rawan terjadi longsor kembali.

“Dengan musibah longsor dan akses jalan ditutup, Waroeng Tantan tutup dulu. Karena lokasinya memang rawan longsor dan kalau hujan berbahaya,”‎ kata Tantan, kemarin.

Rencananya, akses jalan akan dibuka pada Maret 2017. Kondisi tersebut rupanya berdampak terhadap bisnis Tantan.

Namun demikian, musibah tersebut tak membuat dia patah semangat. Dia berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali.

“Kalau masalah rezeki itu bisa dicari. Saya juga turut berduka cita atas korban dari musibah longsor. Sebelumnya juga memang pernah terjadi di sekitar lokasi tersebut. Semoga musibah ini bisa dijadikan pelajaran dan tak ada lagi korban jiwa,” terangnya.

Disamping itu, Tantan mengeluhkan banyaknya tempat wisata yang dibangun di wilayah Lembang, sehingga berdampak terhadap resapan air.

“Dulunya Lembang itu sangat dingin dan udaranya seger banget. Sekarang panas dan rawan terjadi longsor. Mungkin sudah berkurang daerah resapan air dan berkurangnya pohon-pohon penahan longsor. Ini menjadi pelajaran untuk kita dan harus saling menyadari bukan menyalahkan,” pungkasnya. (dede/vpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/