GTS Hukum Persija Tanpa Penonton Hingga TSC Berakhir, Jakmania Tak Terima

Joglosemar.co

Joglosemar.co

PERSIJA Jakarta harus menerima sisa laga di TS 2016 tidak akan mendapat dukungan langsung dari suporternya The Jakmania, hingga turnamen berformat kompetisi ini berakhir.

“Kemarin (7/11) hal itu sudah disidangkan, dan keputusannya sudah dikirim ke Persija. Dari segala bentuk pelanggaran seperti pengunaan atribut, laser, smoke bomb, flare, maka untuk selanjutnya kami putuskan Persija tanpa penonton,” kata Direktur Kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Ratu Tisha Destria kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (8/11) siang.

“Kami mengharapkan kedewasaan para suporter, hal ini berlaku untuk suporter lain di Indonesia. Kedewasaan menerima kekalahan, mengahargai kemenangan, sportivitas, membuat mereka mengerti bahwa sedang di hukum. Sepak bola itu persahabatan, bukan wadah pemberontakan,” katanya menegaskan.

Pernyataan Tisha ini sebagai respons atas insiden tewasnya seorang anggota JakMania dalam peristiwa bentrok di area Palimanan, Cirebon.

Harun Al Rasyid Lestaluhu, The Jakmania asal Kalimalang Jakarta Timur, meninggal dunia. Korban terkena pukulan benda tumpul di bagian kepalanya dalam peristiwa bentrok yang terjadi di daerah Tegalkarang, Palimanan, Cirebon, usai mendukung kesebelasannya dalam laga melawan Persib Bandung di Solo.

Bentrokan itu juga merusak beberapa rumah warga dan beberapa di antaranya mengalami cedera ringan.

“Saya mengharapkan kedewasaan hati dari Jakmania dan berbagai suporter Indonesia untuk lebih menghargai sepak bola kita. Hukuman antar penonton itu yang terberat, kami tidak akan pernah menyerah untuk terus mengedukasi suporter,” ucap Tisha.

Sayangnya, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi The Jakmania, Diky Soemarno, keberatan atas sanksi yang diberikan PT GTS. Diky menganggap keputusan PT GTS aneh dan kurang profesional dalam memberikan hukuman tersebut.

“Dasarnya apa? Apakah Jakmania benar berbuat rusuh atau bagaimana? Dan selama ini tidak pernah ada panggilan kepada Persija atau Jakmania untuk sama-sama membicarakan persoalan ini,” kata Diky.

“Kami sangat menyesalkan (hukuman PT GTS), alasannya apa? Kalau memang kami berbuat rusuh dan membuat teman kami meninggal, apakah tidak lebih baik untuk ditinjau dan diusut dulu? Kalau mau hukum jangan nangung-nanggung, langsung Persijanya juga saja kalau begitu,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Diky berpendapat keputusan PT GTS tersebut akan menimbulkan polemik besar dalam persepakbolaan Indonesia.

“Karena akan ada perlawanan terhadap keputusan ini, dan saya pikir keputusan ini akan menjadi ‘bola salju’ dalam kondisi persepakbolaan Indonesia yang sedang panas. Pasti akan ada aksi penolakan yang sangat besar,” tegas Diky. (*)

 

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/