Emil Yakin Masalah Permusuhan Suporter Bisa Diselesaikan Dengan Dialog

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil setelah memberikan sambutan sebelum laga Persib menjamu Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (18/6/2016).

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil setelah memberikan sambutan sebelum laga Persib menjamu Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (18/6/2016).

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil), mengatakan kesulitan pemerintah daerah dalam menangani permusuhan, dan bentrok suporter sepakbola karena pihaknya tidak punya kewenangan terhadap arah kebijakan klub sepakbola profesional.

Emil meyakini bahwa dengan mengedepankan dialog antar pengurus sepakbola profesional maka tindak kerusuhan akan mampu dikurangi.

Meski demikian, hal tersebut akan sia-sia jika para suporter masih memiliki dendam kesumat dan kerap bentrok ketika dua tim musuh bebuyutan bertanding.

“Saya percaya kuncinya dialog, berhasil atau tidaknya wallahu a’lam. Tetapi setidaknya bisa mengurangi indikasi gesekan,” kata Emil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengatakan sepakbola dan olahraga secara keseluruhan seharusnya menjadi salah satu ajang untuk saling menghargai rasa kemanusiaan antar suporter.

Namun, fenomena yang terjadi belakangan ini adalah kejadian rusuh antar suporter karena sudah menjadi kultur berkepanjangan yang disebabkan dendam kesumat seperti yang terjadi di Cirebon beberapa hari lalu.

Maka, untuk menghilangkan kultur negatif tersebut dia meminta pemilik klub sepakbola profesional untuk ikut bertanggungjawab dalam permasalahan ini.

“Selain dialog juga harus tegakkan hukum. Katakanlah kalau suporternya melakukan pelanggaran hukum maka klubnya yang terkena sanksi,” kata Deddy kepada wartawan di sela-sela acara “Inisiasi Kota Layak Pemuda” di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (8/11/2016).

Dia melanjutkan, kemenangan bukanlah tujuan utama dalam olahraga. Ada hal yang harus lebih dikedepankan ketimbang sekadar mencari skor kemenangan, yaitu kemanusiaan terhadap sesama bangsa.

Deddy mengaku fenomena mencela sesama bangsa dalam sebuah pertandingan sepakbola termasuk kategori luar biasa tidak enak. Padahal pertandingan yang disuguhkan pun levelnya bukan internasional.

Maka dari itu, dia meminta ada pembenahan di organisasi yang mewadahi sepakbola dalam negeri yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) agar kejadian seperti ini bisa diredam seminimal mungkin.

Dia optimistis negara Indonesia dapat melakukan hal ini seperti yang pernah dilakukan Inggris melalui Football Asociation (PSSI-nya Inggris) kepada para hooligan beberapa tahun yang lalu.

“Ada hal yang lebih besar tentang kebangsaan dibandingkan dengan hanya sebuah pertandingan sepakbola,” kata Deddy. (*)

 

 

Sumber: Inilahkoran.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/