Bobotoh Nekat Ke Solo, PT GTS Akan Hukum Persib

yana-bool-bobotoh-wibawa-mukti

DIRKTUR utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Joko Driyono, akan memberikan hukuman bila pendukung Persib Bandung, Bobotoh, masih tetap bersikeras hadir saat laga melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (5/11/2016).

PT GTS dari awal memang sudah melarang mereka datang ke stadion. Melalui surat resmi yang dikirim ke PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), dengan nomor: 348/GTS/X/2016, tertanggal 27 Oktober 2016 yang ditandatangani langsung Joko Driyono.

Menurut pria yang karib disapa Jokdri ini, langkah tersebut diambil untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Mengingat kedua belah kubu suporter tersebut mempunyai rekam jejak yang kurang baik setiap kali mereka bertemu.

Bahkan Jokdri menyatakan hal itu sudah diterapkannya ketika Persib menjamu Persija di Indonesia Soccer Championship (ISC) A, beberapa waktu lalu. PT GTS melarang pendukung Macan Kemayoran, The Jakmania, datang ke stadion untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka.

“Akan ada hukuman bila Bobotoh tetap hadir ke stadion. Tapi hukumannya itu seperti apa biarkan komisi disiplin yang memutuskannya nanti. Tapi kami tidak ingin sepakbola ditakuti-takuti oleh hukuman,” kata Jokdri dikutip Goal Indonesia.

“Kita harus pastikan bahwa bukan menang dan kalah saja dalam sebuah pertandingan. Tetapi ini merupakan pekerjaan kita semuanya. Ini merupakan policy yang terjadi saat Persib menjamu Persija maupun sebaliknya,” ia menambahkan.

Lebih lanjut Jokdri menuturkan pendukung Persib mesti menghormati keputusan yang telah diambil ini. Tak lupa ia juga meminta The Jakmania yang datang ke Stadion Manahan, tidak memakai atribut apapun, karena saat ini mereka sedang dihukum oleh PT GTS, akibat kerusuhan beberapa waktu lalu.

“Oleh karenanya, policy ini perlu ditaati dan direspect sekalipun kita tidak bisa melarang penonton umum untuk menyaksikan lansung ke stadion. Sebaliknya kalau ada pendukung Persija yang datang dengan menggunakan atribut tetap kami hukum,” ucapnya.

Sebelumnya, selama Oktober 2016, Persib sudah dijatuhi dengan total Rp 120 juta harus dibayarkan Persib kepada Komdis PT GTS. Denda itu didapat Persib akibat tingkah laku buruk penonton.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Persib sudah didenda Rp 50 juta untuk dua pertandingan di awal Oktober. Yakni sebesar Rp 15 juta karena pelemparan botol air mineral saat menjamu Persiba Balikpapan di stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi, serta Rp 35 juta karena penyalaan flare pada laga away melawan Madura United.

Kini, denda itu makin membesar karena pengulangan pelanggaran yang dilakukan oknum Bobotoh. Untuk laga menjamu Bhayangkara FC, 12 Oktober 2016 lalu di Bekasi, terlihat penyalaan flare dari tribun Bobotoh setelah pertandingan selesai, PERSIB harus membayarkan Rp. 30 juta.

Selanjutnya saat menjamu Persegres Gresik United di tempat yang sama sepuluh hari kemudian, Persib didenda sebesar Rp 40 juta. Denda ini menurut Komdis karena terlihat pelemparan botol air mineral pada menit ke-44.

Jumlah denda di bulan Oktober ini bisa saja meningkat jika pada laga tandang melawan PSM Makassar, Komdis kembali menemukan tingkah laku yang sama dari suporter Persib. (*)

 

 

 

Sumber: Goal.com/Persib.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/