Istilah Bae Eleh Ku Batur Asal Ulah Ku Persija, Jadi Motivasi Djanur

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman.

PELATIH Persib Bandung Djadjang Nurdjaman, rupanya sudah berandai-andai memikirkan komposisi terbaik timnya untuk menghadapi Persija, jauh sebelum duel kontra PSM Makassar pekan lalu.

Ketika itu, Djanur sudah membayangkan racikan yang pas untuk meredam permainan Persija. Namun, dia tidak ingin terlena dan langsung mengalihkan perhatiannya agar bisa mencuri poin di kandang PSM Makassar.

“Jujur dengan Persib yang sekarang, sebelum lawan Makassar pernah kepikiran lawan Persija ada siapa aja pemainnya? Sampai-sampai saya bilang dalam diri saya, eh jangan lawan Persija dulu ini saja dulu PSM, ini juga belum main,” ujar pelatih karib disapa Djanur ini.

Panasnya perseteruan antara bobotoh dengan The Jakmania itulah yang menyita perhatian Djanur, agar lebih serius dan berkonsentrasi dalam menyiapkan skuat tempur andalannya jangan sampai takluk dari Macan Kemayoran.

Terlebih ada istilah dikatakan Bobotoh, bae eleh ku tim lain asal ulah eleh ku Persija (Tidak apa-apa kalah sama tim lain asal jangan kalah oleh Persija).

“Memang tensi itu yang buat kita kayak gitu, dan bobotoh memang seperti itu. Bobotoh juga gak mau banget kalahnya sama Persija. Jadi kebawa sama itu,” ujarnya.

Namun, Djanur tak merasa terbebani dengan tingginya rivalitas duel Persib dan Persija yang sudah terasa hingga luar lapangan ini. Baginya yang menjadi beban adalah ketika tim menuai kekalahan beruntun.

“Kalau beban semacam itu (rivalitas) sudah biasa. Beban mah kalah dua kali away, terus besok away lagi, itu jadi beban banget masak mau kalah lagi. Itu yang sangat menjadi beban,” tuntas Djanur. (vpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/