Ini Kronologis Kematian Bobotoh Yang Libatkan The Jakmania Versi Kepolisian

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono. (Foto: Viva.co.id)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono. (Foto: Viva.co.id)

DELAPAN remaja yang merupakan oknum pendukung Persija Jakarta, Jakmania, diamankan kepolisian karena diduga terlibat insiden yang menewaskan seorang Bobotoh bernama Muhammad Robi Arrahman alias Omen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, memaparkan kronologis insiden yang menyebabkan tewasnya seorang bobotoh bernama Muhammad Robi Arrahman alias Omen.

Bobotoh yang masih berusia 17 tahun tersebut menjadi korban pelemparan helm dan batu dari segerombolan anak muda yang diidentifikasi sebagai pendukung klub Persija alias Jakmania.

Kombes Awi menceritakan kronologisnya. Pada hari Sabtu tanggal 22 Okt 2016 sekira 13.00 WIB korban bersama dengan teman-temannya melewati Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Kp. Tegal Gede, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Saat melintas korban bersama teman-temannya melihat segerombolan anak-anak muda sedang berkumpul di TKP dan korban bersama teman-temannya merasa panik karena sebagian anak-anak muda tersebut yg berjumlah sekira 30 orang melempar helm dan batu ke arah korban sehingga motor tidak stabil karena korban satu motor bertiga,” ujar Kombes Awi, dikutip Indosport.com.

Lalu korban jatuh dengn posisi kaki kiri dalam keadaan tersangkut di sepeda motor. Namun, dipegangi oleh saksi sehingga kepala korban terseret di aspal sekitar 7 meter. Lalu saksi 1 dan 2 berhenti meminta bantuan kepada teman-temannya dan menaikkan korban.

“Lalu korban bersama teman-temannya berhenti di Pos Pintu X Jababeka untuk meminta pertolongan security Jababeka dan korban dilarikan ke RS Harapan Keluarga Jababeka pada Pukul 21.15 WIB. Korban dinyatakan tewas oleh Pihak RS,” sambungnya.

Korban Omen tewas setelah mengalami luka robek pada pipi sebelah kanan, luka memar pada kepala bagian belakang, luka lecet pada tangan kanan dan kiri, luka pada kedua kaki kanan dan kiri.

Setidaknya delapan orang anggota Jakmania yang masih berusia remaja diamankan oleh pihak Reskrim Polsek Cikarang Selatan karena diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Viking Cikarang Barat, Anggi Priatna, membenarkan bahwa tewasnya Omen, akibat diserang sekelompok orang. Namun Anggi menerangkan bahwa korban bukan merupakan anggota resmi Viking Cikarang Barat.

“Rumah korban memang berlokasi di Cikarang Barat, tepatnya di Babakan. Tapi ia tidak masuk sebagai anggota resmi Viking Cikarang Barat maupun Kalimalang, hanya simpatisan,” terang Anggi seperti dilansir CNNIndonesia.com. (vpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/