Kenang Piala Presiden, Tony Ingatkan Bobotoh Juara Butuh Proses

Foto: Kompas.com

Foto: Kompas.com

MOMEN juara Persib Bandung di Piala Presiden 2015, pada 18 Oktober 2015 silam, bagi Tony Sucipto menjadi cerminan tim Maung Bandung, bagaimana perjalanan menjadi tim superior di kancah sepakbola Indonesia.

Tony menggambarkan, kala itu Persib butuh tiga tahun untuk mengakhiri puasa gelar juara selama 19 tahun. Tim Persib di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman dibentuk dan tidak melakukan banyak perombakan setiap musimnya.

Menurut mantan pemain Persija Jakarta ini, kekompakan dalam tim menjadi kunci Maung Bandung meraih dua trofi juara paling bergengsi secara beruntun. Mulai dari juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015.

“Waktu itu kita bisa jadi juara dengan jangka waktu tiga tahun. Kita membutuhkan proses, dan lagi ini adalah sebuah tim bukan individu,” ucap Toni di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (19/10/2016).

Saat ini skuat Maung Bandung berbeda dengan tahun lalu. Secara pemain pun tak solid seperti sebelumnya. Tak ayal, Bobotoh banyak yang menyayangkan performa Maung Bandung di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini.

“Sekarang bobotoh banyak ngomongin Persib mainnya jelek. Ya memang kita sebagai pemain memakluminya,” lanjutnya.

Meski demikian, Tony berharap pencapaian tahun lalu bisa menjadi motivasi dalam mengarungi kompetisi selanjutnya. “Ya beginilah Persib saat ini, yang kemarin kita juara sudah lewat masanya. Tapi kita ambil pelajarannya,” tutup Tony. (dede/vpc)

 

Tah Bobotoh, ceuk Tony Sucipto jadi tim juara teh butuh proses panjang. Sok Bobotoh nu bade komentar mangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/