Djanur Curhat Soal Kondisi Tim Persib Saat Ini, Bukan Cari Alasan!

djanur-herrie

KIPRAH Persib Bandung di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 tak mulus. Hingga pekan ke-21, mereka terdampar di peringkat ke-9.

Pencapaian tersebut cukup ironis mengingat Maung Bandung merupakan juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman baru mengemas 8 kemenangan, 6 seri, dan telah kalah 7 kali. Rekor memasukkan dan kemasukan pun sangat miris yakni 22-23.

Bahkan, dalam empat laaha putaran kedua TSC 2016 ini, Atep dkk baru meraih satu kemenangan kandang kontra Persib Balikpapan. Sisanya dalam duel tandang Persib dirontkkan Sriwijaya FC 3-0, Bali United 1-0 dan terakhir kalah di markas Madura United dengan skor tipis 2-1.

Apakah kans juara masih ada? Dalam sepak bola segalanya bisa terjadi. Peluang tetap ada. Namun, Djanur – sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, mencoba realistis. Target mereka adalah finis di posisi 5-besar. Mereka mengakui sulit, namun yakin bisa melakukannya.

Performa skuat tempur Maung Bandung saat ini dibandingkan dengan saat menjuarai ISL 2014 jelas jauh berbeda. Jika dipendekkan dalam 10 laga awal, perbedaannya cukup mencolok. Di ISL 2014 saat Persib menjadi juara, dari 10 laga awal sanggup meraih 6 kemenangan, 2 seri, dan 2 kalah. Mereka pun cukup produktif dengan mencetak 17 gol dan hanya kemasukan 7 gol.

Bagaimana dengan di TSC 2016? Dari 10 laga awal, Maung Bandung hanya meraih 3 kemenangan, 5 seri, dan 2 kalah. Produktivitas mereka pun minim dengan hanya mencetak 10 gol dan kemasukan 7 gol.

Sebenarnya jumlah kekalahan sama, namun Persib di ISL 2014 lebih garang dibanding saat ini. Mereka menang 6 kali dari 10 laga awal, sedangkan kali ini hanya menang 3 kali.

Rasanya penurunan performa tersebut tak bisa ditimpakan sebagai salah dari Djanur. Maklum saja, dia tak melatih sejak awal musim. Maung Bandung memulai TSC 2016 bersama Dejan Antonic.

Terdampar di peringkat ke-9 klasemen sementara TSC 2016, tertingal 14 angka dari pemuncak klasemen Madura United yang sudah mengumpulkan 44 poin, rasanya Persib tak salah melupakan meraih mimpi juara saat ini.

Memang, kesempatan masih terbuka sekecil apapun karena dalam sepakbola appun bisa terjadi. Tapi, ada baiknya realistis seperti halnya Djanur. Fokus berada di 4-besar lebih bagus ketimbang menargetkan gelar juara.

Djanur mengungkapkan beberapa alasan performa timnya tidak stabil, selain masukan kotivasi dari pelatih dan Manajer Persib Umuh Muchtar, di tim pun seharusnya ada sosok pemimpin yang bertugas memotivasi pemain lainnya agar tampil tenang dan energik.

Memang saat ini tugas itu diemban Atep yang kerap dipercaya menjadi kapten. Tapi, itu belum cukup. Musim 2014 lalu ada sosok Firman Utina yang memang memiliki karakter sebagai pemimpin, pandai memotivasi, disegani dan menjadi panutan pemain lainnya.

“Dulu ada yang seperti itu untuk menyemangati dan membuat pemain lainnya tenang. Kalau sekarang enggak ada, siapa coba? Atep suka tapi belum maksimal,” kata Djanur.

djanur-statistik-tsc

Dengan kondisi tim saat ini dia ogah memikirkan target di TSC A 2016. Hal ini dilakukan agar tak membebani para pemain yang masih akan melangsungkan sisa 13 laga.

Dari awal dia mengaku memang tak pernah membicarakan target kepada pemain. Sekalipun paling logis hanya masuk lima besar, mengingat saat ini masih berada di posisi 9 pada klasemen sementara.

“Sekarang hadapi laga per laga hasilnya ke depan gimana nanti. Biar enggak jadi beban ke pemain,” ujar pelatih kelahiran Majalengka ini.

Menukangi tim dikala turnemen sudah bergulir diakui Djanur memang sulit untuk dia berbuat banyak dalam menerapkan taktik. Terlebih beberapa pemain di musim 2016 ini adalah limpahan dari Dejan Antonic yang mengundurkan diri di pertengahan putaran pertama.

“Banyak masalah dari awal, bukan saya cari alasan. enggak gampang nerusin seperti ini dengan pemain yang sudah ada. Ada beberapa pemain juga yang malas-malasan dalam latihan, tidak perlu saya sebutkan namanya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Djanur tidak ingin terlalu berandai-andai menyusun skuat yang komplet untuk musim depan. Mengingat saat ini pun belum ada jaminan masih akan menukangi Maung Bandung atau tidak.

“Sekarang saya fokus untuk musim sekarang dulu, gimana mau fokus musim depan kan saya belum ada garansi. Artinya saya berbuat untuk tahun ini dulu walaupun rencana ke sana ada,” tuntas Djanur. (vpc)

 

 

Statistik Persib TSC A 2016

Hasil Laga Persib Putaran Kedua TSC 2016
08 Okt 2016 – Madura United vs Persib Bandung 2-1
01 Okt 2016 – Persib Bandung vs Persiba Balikpapan 2-1
18 Sep 2016 – Bali United vs Persib Bandung 1-0
10 Sep 2016 – Sriwijaya FC vs Persib Bandung 3-0

Menang: 1
Seri: 0
Kalah: 3
Memasukkan: 3
Kemasukan: 7

Hasil Laga Persib Putaran Pertama TSC 2016
27 Agu 2016 – Persib Bandung vs Arema Cronus 0-0
21 Agu 2016 – PS TNI vs Persib Bandung 0-3
13 Agu 2016 – Persib Bandung vs Barito Putera 1-1
06 Agu 2016 – Perseru Serui vs Persib Bandung 1-0
29 Jul 2016 – Persib Bandung vs Persela Lamongan 1-0
25 Jul 2016 – Semen Padang vs Persib Bandung 4-0
21 Jul 2016 – Persipura Jayapura vs Persib Bandung 0-2
16 Jul 2016 – Persib Bandung vs Persija Jakarta 0-0
02 Jul 2016 – Persib Bandung vs PSM Makassar 3-2 (Laga pertama Djanur bersama Persib)
27 Jun 2016 – Gresik United vs Persib Bandung 2-1 (Laga terakhir Dejan bersama Persib)
18 Jun 2016 – Persib Bandung vs Mitra Kukar 2-1
11 Jun 2016 – Bhayangkara SU vs Persib Bandung 4-1
28 Mei 2016 – Persib Bandung vs Madura United 0-0
21 Mei 2016 – Persiba Balikpapan vs Persib Bandung 1-1
14 Mei 2016 – Persib Bandung vs Bali United 2-0
07 Mei 2016 – Pusamania Borneo FC vs Persib Bandung 0-0
30 Apr 2016 – Persib Bandung vs Sriwijaya FC 1-1

Menang: 7
Seri: 6
Kalah: 4
Memasukkan: 23
Kemasukan: 17

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/