Mantan Pemain Persib Fokus Cari Bakat Sepak Bola Anak Panti Asuhan

Yusuf Bachtiar

Yusuf Bachtiar

MANTAN pemain Persib era 80an, Yusuf Bachtiar, kini sedang giat-giatnya membina Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Bangsa. SSB tersebut dia peruntukan bagi anak panti asuhan.

Bagi Yusuf, membina anak-anak panti asuhan bukan tanpa alasan. Dia berharap ada bibit-bibit potensial yang lahir dan bisa membawa nama harum Kota Bandung.

“Saya sedang membina anak-anak panti asuhan, namanya PS Bina Bangsa. Mengingat di Bandung ini potensi sepak bolanya sangat besar,” ujar Yusuf belum lama ini.

Sekitar dua tahun lalu, Yusuf bekerjasama dengan salah seorang wartawan foto senior, Imam Cahyadi dan pegiat sepak bola, Endang. Mereka mencoba memulai pergerakannya membangun PS Bina Bangsa.

Ketika itu, Yusuf berpikiran bahwa semua anak-anak berhak bermain sepak bola tanpa ada perbedaan. Sekalipun anak binaan panti asuhan, menurutnya juga tetaplah harus mendapatkan standarisasi yang sama dalam memainkan si kulit bundar.

“Saya sama kang Imam Cahyadi dan dibantu Pak Endang, pada dasarnya saya punya pemahaman semua anak bisa menikmati sepak bola dan mendapatkan fasilitas yang sama,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya tidak menarik biaya sepeserpun dari peserta didiknya. Sekalipun digratiskan, namun dia tetap memberikan pelatihan secara maksimal, alhasil salah satu anak binaannya menjadi pencetak gol terbanyak dalam sebuah ajang turnamen.

Kami tidak memungut biaya untuk anak tersebut, tahun kemarin ada usia 12 tahun jadi topskor di turnamen So Nice. Alat latihan seadanya, seragam atau sepatunya kadang suka ada bantuan,” terangnya.

Perihal pendanaan, Yusuf juga kerap mendapat bantuan dari donatur untuk membeli perlengkapan penunjang latihan. Bahkan apabila mencukupi dia juga menyediakan peralatan pribadi bagi pemain.

“Kami tidak memungut biaya untuk anak tersebut, tahun kemarin ada usia 12 tahun jadi topskor di turnamen So Nice. Alat latihan seadanya, seragam atau sepatunya kadang suka ada bantuan,” terangnya.

Sekarang ini Yusuf masih melakukan pembenahan di internal, karena dia masih mengandalkan sedikit personel sebagai tenaga pengajar dan ofisial. Dia juga sedang mencoba membuat manajemen PS Bina Bangsa lebih baik.

Sehingga Yusuf belum berani membuka PS Bina Bangsa untuk mencari sponsor. “Saya belum berani keluar, ingin membenahi dulu karena kalau ada kegiatan ada cost dan tidak semua orang minat, dan bagaimana kita mengemas dulu,” tegasnya.

Dikarenakan masih terbuka untuk umum, maka setiap minggunya PS Bina Bangsa tidak ada anak didik tetap. Namun, setidaknya Yusuf bisa melatih sekitar 40 sampai 60 anak dari panti asuhan.

“Fluktuatif itu mah karena kita tidak mengikat, jadi mereka kumpul sekitar 40-60 orang setiap minggunya. Sekarang jalan sudah ada dua tahunan lah,” pungkasnya. (dede idrus/vpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/