Ini 10 Kutipan Panglima Viking Ayi Beutik Wajib Dikenang

Ini 10 Kutipan Panglima Viking Ayi Beutik Wajib Dikenang

DENGAN segala kontroversinya, almarhum Panglima Viking Persib Club Ayi Beutik adalah nama penting dalam sejarah perkembangan dunia suporter sepakbola di Indonesia.

Ya, Panglima Viking Persib Club ini masyhur karena sikapnya yang tanpa kompromi dalam mengobarkan rivalitas. Bagi kalangan di luar publik Bandung, dia kontroversial karena -di tengah desakan banyak pihak untuk mengurangi kekerasan sepakbola- dia tetap saja bersikukuh mengobarkan aroma permusuhan.

Suka atau tidak, dia telah mewarnai tribun stadion di Indonesia dengan caranya sendiri. Menuliskan sejarah perkembangan dunia suporter sepakbola tanpa sekali pun menyebutkan namanya praktis merupakan hal yang mustahil.

Hingga pria karib disapa Mang Ayi ini, menuliskan beberapa kutipan menarik yang harus selalu dikenang, terutama bagi para anggota Viking sa-alam dunia. Ini dia beberapa kutipan pernyataan Ayi Beutik yang dipilih untuk menggambarkan bagaimana karakternya di dunia suporter dan dalam kultur tribun di Indonesia.

 

1. (Para pemain hendaknya) bertarunglah seperti lelaki, perlihatkan totalitas dan perjuangan yang tinggi, karena pada saat yang bersamaan pun saya dan bobotoh lainnya ikut bertarung sama kerasnya dengan para pemain di lapangan.

2. Bagi orang Bandung mendukung Persib tak ubahnya sebuah warisan.

3. Mendukung Persib itu bukan karena ajakan tapi dari hati dan turun temurun

4. Ketika harga diri dan kebanggaan kita terusik, saat itu kita mesti bangkit. Membela harga diri ternyata membanggakan dan rasanya begitu indah.

5. Dosa saya itu yang membuat Bandung dan Jakarta dengan puluhan ribu massa sampai berantem. Itu kesalahan saya.

6. Biarkan permusuhan ini tetap abadi.

7. Suka duka menjadi panglima? Dukanya, merepotkan orang tua saat ditahan (Polisi).

8. Kalau nggak ada Persib ya berhenti, sampai bubar Persib. Kalau Persib nggak bubar ya terus saja.

9. Persib adalah harga diri saya dan jika harus menghitung untung dan rugi pada sebuah dukungan, maka dukungan itu menjadi tidak murni lagi, Persib telah memberi saya segalanya.

10. Jayalah Persibku (nama yang diberikan Ayi Beutik untuk anaknya).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/