Dirigen Viking Terkenang Sejarah Bobotoh Birukan GBK

Dirigen Viking Terkenang Sejarah Bobotoh Birukan GBK

LAGA Final Persib Bandung melawan Sriwijaya FC di Final Piala Presiden 2015 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (18/10/2015), membuka kenangan bagi bobotoh.

Salah satunya, pentolan Viking Persib Club (VPC), Yana Umar. Dia mengenang sejarah bobotoh ketika memecahkan rekor penonton terbanyak dalam duel klasik antara Persib dan PSMS Medan di grandfinal Kompetisi Perserikatan 1985.

Laga itu, mencatat rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah. Mereka tetap mampu menunjukkan sportivitas yang mengagumkan, bahkan di tengah jumlah penonton yang berjubel dan mencatatkan rekor dengan jumlah penonton sekitar 150.000 mayoritas pendukung Persib.

Final Kompetisi Divisi Utama Perserikatan itu, tercatat sebagai pertandingan sepakbola paling fenomenal dalam kancah sepakbola Indonesia. Meskipun penontonnya demikian banyak, kedua suporter tak saling bentrok sepanjang dan hingga usai pertandingan.

Dari kapasitas 120.000 penonton yang tersedia, jumlah penonton yang hadir saat itu mencapai 150.000 yang mayoritas pendukung Persib. Penonton meluber hingga pinggir lapangan, tetapi wasit Djafar Umar mampu menyelesaikan tugasnya dan tidak terjadi kericuhan.

Pada laga tersebut PSMS menang 4-3 melalui drama adu penalti setelah skor sama kuat 2-2. Pertandingan ini juga tercatat sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah laga amatir di dunia. Mungkinkah rekor ini akan terpecahkan?

“Stasion GBK itu ibarat kandang kedua buat kita (bobotoh), karena GBK sejarah buat kita. Jadi memang sangat ideal final di GBK, selain tempatnya strategis juga mudah dijangkau,” kata Yana belum lama ini.

Hanya saja, kata Yana, memanasnya ketegangan antara suporter Persija, The Jakmania dengan bobotoh membuat ribuan pendukung Persib tak pernah lagi menyambangi GBK, terakhir pada final Persib juara Liga Indonesia pertama pada 1994/1995. Padahal menurutnya, kedatangan bobotoh ke stadion milik negara itu demi memberikan dukungan untuk Persib.

Namun khusus di partai final Piala Presiden 2015 yang akan mempertemukan Persib dengan Sriwijaya FC, Yana yakin para petugas kepolisian bisa membuat situasi lebih kondusif. Dengan catatan, sambung dia, setiap individu bisa saling menjaga dan mengingatkan agar jangan memancing atau terpancing provokasi.

“Kita percaya kepada pihak kepolisian dan kita memang datang tidak untuk berbuat macam-macam. Kita saling menjaga saja, karena tujuan kita datang kesana (GBK) hanya satu untuk mendukung Persib. Semoga juara dan saya yakin pasti juara,” pungkasnya.

 

arif rahman/dmy

Leave a Reply

Your email address will not be published.

/*dink google analytic*/ /*dink google analytic*/